30 Mei 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Waspadai Gejala Penyakit Ginjal Kronis

OBATDIGITAL – Penyakit ginjal kronis kerap menyerang siapa saja, dapat berkembang menjadi stadium lanjut tanpa terasa. Oleh karenanya, perlu menyadari gejala-gejala penyakit ginjal sebelum bertambah parah. 

Perwakilan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Wachid Putranto mengatakan, penyakit ginjal kronis seringkali tanpa gejala berarti. Kemunculan gejala umumnya terjadi pada stadium 4 atau stadium 5. 

“Ini yang menyebabkan pentingnya kita melakukan deteksi dini jangan sampai pasien sudah ada gejala baru periksa kemudian ternyata sudah stadium lanjut,” pungkasnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Jumat (10/3/2023). 

Hal yang pertama harus dilakukan yaitu deteksi dini gangguan ginjal, yaitu memperhatikan apabila air seni berbusa atau berwarna merah, kemudian saat pemeriksaan terdapat hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

Menerapkan pola hidup sehat dan menghindari minum obat sembarangan, seperti obat antinyeri atau obat asam urat tanpa resep dokter juga perlu diterapkan. 

Pasalnya, penyakit ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal baik struktural maupun fungsional yang terjadi lebih dari 3 bulan dan bersifat progresif atau semakin memburuk. Seseorang yang telah didiagnosis penyakit ginjal kronis biasanya akan terus naik dari stadium 1 hingga stadium 5.

Pada saat pasien telah mencapai stadium 5, dilakukan terapi pengganti ginjal seperti prosedur cuci darah. 

Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Eva Susanti menegaskan, prevalensi penyakit ginjal kronis pada umur di atas 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter pada 2018 sebanyak 739.200 jiwa. 

Jumlah tersebut paling tinggi terjadi pada rentang usia antara 65-74 tahun, diikuti usia lebih dari dari 75 tahun ke atas, dan usia 55-64 tahun. 

“Pengobatan untuk penyakit tidak menular ini menyebabkan pembiayaan yang tinggi, untuk penyakit ginjal menghabiskan anggaran sekitar Rp1,9 triliun lebih,” ujar Eva. 

Provinsi dengan kasus ginjal kronis tertinggi ada di Kalimantan Utara, diikuti Maluku, kemudian Sulawesi Utara. Sementara itu kasus penyakit ginjal kronis terendah ada di Sulawesi Barat, diikuti Banten, dan Riau.