Menurut laman biotek.lipi.go.id, biosimilar adalah salah satu obat biologis yang memiliki karakteristik yang mirip dengan obat biologis yang sudah disetujui (originator) atau dapat dibuat ketika masa paten obat originatornya sudah habis, namun tidak identik.

Kemiripan tersebut meliputi regulasi, proses produksi, kualitas, keamanan, kemurnian dan potensi atau kemanjurannya

Biosimilar berupa rekombinan protein terapetik, hormon dan antibodi. Tetapi ia melalui proses rekayasa genetik.

Beberapa obat yang sudah dikategorikan sebagai biosimilar, antara lain.

  • Albumin yaitu protein yang terdapat dalam pembuluh darah dan mengatur tekanan dalam pembuluh itu menjaga agar cairan berupa darah di dalam pembuluh darah tidak bocor ke organ lain. Pemberian albumin dapat mengatasi defisiensi albumin dalam darah agar tak terjadi peradangan;
  • Interferon adalah protein alami dalam tubuh dan muncul sebagai respon terhadap datangnya kuman penyakit, seperti virus, bakteri atau kuman penyakit lain. Interferon dapat dibagi lagi berdasarkan peruntukannya, yaitu:
    • interferon Alfa-2a. Interferon jenis ini kerap diberikan untuk mengobati leukemia, myeloid kronis, hepatitis C kronis, hepatitis B kronis, kanker ginjal, melanomi, dan jenis penyakit kanker limfoma jenis tertentu, sarkoma kaposi, dan AIDS.
    • Interferon Alfa-2b. Interferon ini dipakai untuk mengobati condyloma acuminata (kutil kelamin), leukemia sel berambut, Leukemia myeloid kronis, Hepatitis C kronis, Hepatitis B kronis aktif, melanoma, sarkoma Kaposi terkait AIDS, tumor karsinoid, limfoma folikular, dan multiple myeloma.
  • Interferon Beta-1a, untuk mengobati penyakit multiple sclerosis.
  • Interferon Beta-1b: untuk mengobati multiple sclerosis kambuhan.
  • Insulin (Insulin glargin). Digunakan untuk penderita diabetes, baik diabetes tipe ! Yang tergantung seumur hidup pada insulin, maupun diebetes tipe 2 yang sudah parah.
  • Eritropoietin (Epoitin alfa). Merupakan hormon glikoprotein yang dihasilkan oleh ginjal untuk menghasilkan eritrosit atau sel darah merah. Ini merupakan eriprotein sintetis yang dihasilkan dari sel rahim harmster. Dimanfaatkan untuk mengobati penyakit anemia oleh berbagai sebab, seperti penyakit ginjal kronis.

Efek samping:

Pada beberapa interferon yang menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, demam dan nyeri otot.

Sumber: alodoker.com, dan biotek.lipi.go.id

Get Free Email Updates!

Signup now and receive an email once I publish new content.

I agree to have my personal information transfered to AWeber ( more information )

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.