18 Juli 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Penilpropanolamin HCL, Obat Hidung Tersumbat

OBATDIGITAL – Penilpropanolamin HCL, atau dikenal dengan sebutan Phenylpropanolamine HCL, merupakan salah satu jenis obat yang fungsinya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat.

Penilpropanolamin HCL berfungsi meredakan hidung tersumbat karena flu, alergi, sinusitis atau batuk pilek.

Mengutip situs Drugs.com, Penilpropanolamin HCL adalah sejenis dekongestan yang bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah di area sinus, hidung, dan dada untuk melancarkan drainase serta mencegah terjadinya penyumbatan.

Penilpropanolamin HCL digunakan untuk mengobati alergi, demam, iritasi sinus, dan flu biasa. Penilpropanolamin HCL juga digunakan oleh sebagian pasien sebagai alat bantu diet atau penurun nafsu makan yang dijual secara bebas.

Sebagai catatan, Penilpropanolamin HCL hanya bisa meredakan gejala hidung tersumbat, bukan untuk menyembuhkan sumber penyakitnya.

Penilpropanolamin HCL dikenal dengan beberapa merek dagang, seperti Decolgen, Fluza, Flutamol, Paraflu, Procold Flu, Sanaflu, Ultraflu, dan masih banyak lagi.

Dosis Penilpropanolamin HCL yang dianjurkan untuk meredakan hidung tersumbat bagi pasien dewasa yaitu 25 mg setiap 4 jam, atau 75 mg setiap 12 jam.

Dosis Penilpropanolamin HCL tidak boleh lebih dari 150 mg per hari. Sedangkan dosis untuk anak usia 2-6 tahun dianjurkan meminum Penilpropanolamin HCL sebanyak 6,25 mg per 4 jam, dan tidak melebihi dosis maksimal harian 37,5 mg.

Untuk usia 6-12 tahun 12,5 mg setiap 4 jam, tidak lebih dari 75 mg per hari. Penilpropanolamin HCL dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, yakni peningkatan risiko psikosis jika digunakan bersama dengan Amantadine, peningkatan risiko hipertensi yang fatal jika digunakan dengan sejumlah obat-obatan antara lain Bromocriptine dan Indomethacin.

Efek samping umum ditemukan pada pasien yang mengonsumsi Penilpropanolamin HCL yaitu mengalami pusing, sakit kepala ringan, mengantuk, mual dan muntah, mulut kering, sulit tidur atau insomnia, tremor, hingga keringat berlebih.

Sejumlah efek samping dapat memburuk meski jarang terjadi, seperti jantung berdebar-debar atau denyut jantung yang tidak teratur, gangguan mental berupa perubahan suasana hati hingga halusinasi, sulit buang air kecil, dan kejang-kejang.