17 Juli 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Ngeri, Prevalensi Stunting Sudah Tembus 21%

OBATDIGITAL – Stunting menjadi perhatian banyak orang. Dan  Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari menjadi momentum penting olehberbagai pihak dalam bahu membahu membangun gizi menuju bangsa yang sehat, termasuk dalam mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Berdasarkan data Hasil Studi Status Gizi Indonesia (2022), angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, angka tersebut masih lebih tinggi dari batas toleransi WHO, yaitu 20% untuk stunting.

Pemerintah pun memiliki target RPJMN untuk penurunan stunting sebesar 14% di 2024.

Dalam seminar belum lama ini Aryana Satrya, Ketua PKJS-UI, menyampaikan bahwa masalah stunting di Indonesia adalah masalah yang kompleks.

“Studi PKJS-UI menunjukkan rokok dapat memicu stunting. Namun belum banyak masyarakat yang sadar akan hal ini,” ujar Aryana.

Melihat hal tersebut, pihaknya melaksanakan video competition yang berlangsung sejak 27 Januari-7 Februari 2023.Terdapat 171 peserta yang mengikuti kompetisi. Dari situ sebanyak 6 pemenang terbaik.

“Dari adanya kompetisi dan talk show ini, diharapkan dapat memberikan uang kreatif kepada masyarakat dalam memberikan edukasi sampai tingkat grassroots serta partisipan dapat mengambil manfaat, terutama untuk meningkatkan gizi dan kesehatan keluarga agar anak terhindar dari stunting,” jelas Aryana.

Menyambung hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, menambahkan bahwa mengalihkan dana belanja rokok juga sejalan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak dan perempuan.

“Situasi COVID-19 sudah bergeser ke arah yang lebih baik, tetapi upaya pencegahan stunting masih kita upayakan hingga saat ini,” kata Margaret.

Permasalahan stunting ini tidak dapat diselesaikan sendiri, melainkan memerlukan keterlibatan berbagai macam sektor, termasuk pengendalian dari keluarga.

“Salah satu hal yang ikut andil kaitannya dengan stunting, yaitu pencegahan asap rokok dan lebih banyak pemenuhan konsumsi gizi bagi keluarga,” tutur Margaret.