19 April 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Menkes Beberkan Masa Depan Obat Berbasis Biologis, Apa Itu?

OBATDIGITAL — Modernisasi obat-obatan yang akan diproduksi di masa depan akan berbasis biologis atau biological medicine, tidak lagi berbasis bahan kimia.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, lebih dari 50% obat-obatan yang sedang dikembangkan saat ini akan berbasis biologis berdasarkan laporan Global Medicine Interm of Value. 

“Ini adalah masa depan industri obat dan kesehatan ke depan,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat (2/2/2023).

Pengobatan berbasis biologis umumnya digunakan sebagai terapi dengan memanfaatkan sel imun tubuh yang telah terstimulasi. 

Lebih lanjut, Menkes menyebutkan sejumlah obat berbasis biologis antaralain antibodi monoklonal dan vaksin Pfizer. 

Salah satu antibodi monoklonal pertama produksi dalam negeri yang telah mendapat izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu Rituxikal. Obat produksi industri farmasi anak usaha Kalbe Farma, PT Kalbio Global Meika tersebut menggunakan bahan aktif Rituximab. 

Rituximab adalah jenis obat antibodi monoklonal yang bekerja dengan cara menimbulkan reaksi sel imun tubuh untuk mengatasi penyakit kanker. Masih banyak contoh obat berbasis biologis lainnya yang terus berkembang dengan manfaat yang lebih baik ketimbang obat kimia.

Mengutip laman resmi Pfizer, obat biologis dapat memberikan pengobatan yang efektif di berbagai bidang, seperti onkologi, imunologi, reumatologi, diabetes hingga penyakit kondisi bawaan.

Hal ini karena obat biologis merupakan produk obat yang diciptakan dari makhluk hidup dan mengandung protein dari sel hidup. Proses pembuatannya pun lebih rumit dari obat berbasis bahan kimia.