Obat Kulit

Ada beberapa obat untuk penyakit kulit. Namun hanya sebagian saja yang ditampilkan di sini berdasarkan nama generiknya.

  1. Emolien. Tujuannya untuk menghaluskan,menyejukkan dan melemahkan kulit. Biasanya diperuntukkan untuk kulit bersisik, eksim. Kurang baik untuk psoriasis. Yang termasuk dalam jenis ini yang mengandung  misalnya kalamin dan seng oksida. Kalamin bisa digunakan untuk obat gatal.
  2. Dimetikon. Sering digunakan di area yang sering lecet terutama pada lansia atau daerah sekitar popok pada bayi atau lansia. Namun obat ini hanya sebagai pelindung saja, bukan obat yang menyembuhkan.
  3. Bedak atau bedak. Disebut juga talc. Untuk melindungi kulit dari risiko kelembaban.
  4. Hidrokortison. Untuk radang kulit ringan seperti eksim dan ruam popok. Yang serupa fungsin dengan hidrokortison adalah alklometason diprpionat, beklometason dipropionat, ester betametason, klobetasol propionat. desoksimetason, diflukortolon valerat, fluosinolon asetonid.
  5. Metotreksat. Untuk psoriasis berat dan tidak responsif terhadap pengobatan konvensional. Efek samping: bersifat toksik pada darah, paru, saluran cerna. Hanya dokter spesialis yang bisa memberikan resep.
  6. Metrodinazole. Untuk rosasea, sejenis jerawat tapi bukan jerawat atau komedo. Selain obat itu bisa pula diberikan tetrasiklin atau eritromisin.
  7. Benzoil peroksida. Digunakan untuk komeda dan jerawat. Selain itu bisa pula diberikan asam azaleat. Efek samping: iritasi kulit. Selain obat itu,ada antibiotik misalnya jerrawat vulgaris.
  8. Asam salisilat. Berguna untuk pengobatan kutil atau penebalan kulit. Efek s
  9. amping: iritasi kulit.
  10. Tabir surya. Biasanya diberikan Sun protection factor (SPF) yang terdiri dari berbagai jenis. Tujuannya: untuk melindungi kulit dari paparan ultraviolet matahari. Yang termasuk dalam kelompok itu minyak bergamot, demeklosiklin, fenotiazin, amiodaron, Efek samping: bisa menimbulkan risiko kanker kulit.
  11. Malation. Digunakan untuk mengatasi kutu kepala. Selain malation, bisa pula digunakan karbaril, permetrin, dan fenotrin.

Sumber: Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000