15 April 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Masih Minim, Produksi Obat Dalam Negeri Harus Ditingkatkan

OBATDIGITAL – Penggunaan produk dalam negeri khususnya di sektor farmasi tengah digiatkan oleh pemerintah. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi dapat mendorong produksi obat dalam negeri agar terus meningkat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan nilai capaian penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa mencapai 80%.

Industri farmasi masuk dalam program business matching dan bekerja sama dengan UMKM, petani, serta pedagang bahan baku obat herbal.

“Apabila setiap aktivitas ekonomi memberikan multiplier efek kepada UMKM, ini akan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional,” ujar Agus dalam keterangan resmi yang dikutip dari kontan.co.id (23/3/2022).

Dalam business matching tersebut, belanja produk farmasi dalam negeri ber-TKDN tinggi akan dapat membangkitkan kemandirian farmasi nasional.

Lebih lanjut, dapat membantu petani yang ikut membudidayakan bahan baku obat herbal melalui produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals Krestijanto Pandji mengatakan, catatan Kementerian Kesehatan menyebutkan hanya ada empat bahan obat yang bisa diproduksi dalam negeri, dari total sepuluh molekul obat, di antaranya paracetamol, clopidogrel, omeprazole, dan atorvastatin.

Sisanya yaitu cefixime, amlodipine, candesartan cilexetil, bisoprolol, lansoprazole, dan ceftriaxone masih diproduksi di luar negeri.

Pihak Ferron Par Pharmaceuticals telah memproduksi molekul obat omeprazole. Ini adalah upaya industri untuk meningkatkan kemandirian farmasi nasional.

“Dengan adanya produksi Omeprazole di dalam negeri, kami mendukung peningkatan TKDN industri farmasi lainnya yang memproduksi obat jadi berbahan baku Omeprazole,” tutup Krestijanto.