31 Mei 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Hati-hati Laki-laki Penderita Autis dan ADHD Berisiko Kena Kanker Testis

OBATDIGITAL – Sebuah studi baru oleh para peneliti di Universitas Uppsala dan Rumah Sakit Universitas Uppsala menunjukkan bahwa pria yang memiliki gangguan perkembangan saraf, seperti autisme dan hiperaktif (ADHD) , juga memiliki sedikit peningkatan risiko kanker testis, atau seminoma. 

Kanker testis adalah bentuk kanker yang paling umum pada pria muda, dan penyebab utamanya hingga kini masih belum diketahui.

“Karena kanker testis dapat diangkat melalui pembedahan, sehingga menyembuhkan penyakit, penting untuk mencari perawatan tepat waktu jika Anda merasakan benjolan di testis Anda,” kata Profesor Ingrid Glimelius, Konsultan Senior di Departemen Onkologi di Rumah Sakit Universitas Uppsala, India.

 Ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan semacam itu, dan hasilnya dipublikasikan di British Journal of Cancer, yang dikutip oleh Medical Xpress belum lama ini.

Studi baru difokuskan pada pasien dengan kanker testis di Swedia. Sebanyak 6.166 pasien dimasukkan dan kemudian dibandingkan dengan 61.660 laki-laki seusia tanpa kanker testis.  

Data register medis digunakan untuk menyelidiki apakah diagnosis psikiatri sebelum diagnosis kanker lebih umum pada pasien dengan kanker testis dibandingkan pada kelompok kontrol.

 Secara umum, para peneliti tidak menemukan peningkatan risiko kanker testis pada pasien dengan diagnosis psikiatri, tetapi kelompok dengan gangguan perkembangan saraf khususnya melihat peningkatan yang signifikan dalam risiko kanker testis jenis seminoma.

“Studi ini juga menemukan bahwa orang dengan gangguan perkembangan saraf rata-rata empat tahun lebih muda ketika mereka mengembangkan kanker dan lebih cenderung memiliki penyakit kanker stadium lanjut setelah diagnosis,” tambah Glimelius.

“Kami juga melihat bahwa orang dengan diagnosis psikiatri sebelumnya memiliki sedikit peningkatan risiko kematian akibat kanker testis mereka dibandingkan dengan orang tanpa diagnosis psikiatri sebelumnya, meskipun tingkat kelangsungan hidup kanker testis umumnya sangat baik pada kedua kelompok,” kata Anna Jansson, Mahasiswa doktoral di Universitas Uppsala dan Dokter di Rumah Sakit Universitas Uppsala.