26 Februari 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Gandeng Pemda Lebak, Kalbe Perkenalkan Negeri Jahe Merah

OBATDIGITAL – Upaya untuk memasyarakatkan penggunaan tanaman sebagai suplemen kesehatan terus dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”).

Salah satunya dengan memperkenalkan Negeri Jahe Merah yang dirancang oleh Business Unit Bintang Toedjoe Inovasi Natural (“BINA”).  

BINA merupakan divisi B2B dari Bintang Toedjoe yang juga anak perusahaan Kalbe yang fokus pada bahan baku natural, untuk mendukung keberlangsungan dan ketersediaan jahe merah terbaik.  

Menurut Hari Nugroho, Manager Komunikasi Perusahaan Kalbe, pihaknya selalu mempertimbangkan keberlanjutan dalam menjalankan operasional perusahaan, terutama dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan yang terkait.

“Hal ini demi mencapai tujuan inisiatif keberlanjutan Kalbe, yaitu Bersama Sehatkan Bangsa,” ujar Kepala Komunikasi Eksternal PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho, dalam siaran yang ditayangkan online (19/8/2022).

Lebih lanjut, Hari mengatakan bahwa ekosistem jahe merah yang dibangun oleh anak usaha Bintang Toedjoe merupakan salah satu upaya perusahaan mendukung kemandirian bahan baku obat di Indonesia. Khususnya, yang berbasis herbal. 

“Ekosistem jahe merah ini memiliki tujuh pilar proses, yakni pembibitan jahe merah, penanaman jahe merah, pasca panen, ekstraksi atau distilasi, farmakologi, komersialisasi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Head of Commmercialization BINA PT Bintang Toedjoe, Lidya Warjaya.

Lidya menjelaskan, dalam proses pembibitan jahe merah, BINA bekerjasama dengan Badan Riset Inovasi Nasional, PT Inagro dan Universitas Surabaya untuk menghasilkan benih jahe merah yang terstandarisasi.

BINA terus mengembangan penelitian kultur jaringan jahe merah untuk menghasilkan benih yang konsisten secara genetis.

Pada proses penanaman jahe merah, BINA bekerja sama dengan komunitas petani jahe merah, termasuk salah satunya di Boyolali.

BINA melakukan pendataan, edukasi, monitoring dan melakukan kontrol usia panen untuk mendapatkan rimpang jahe merah yang sesuai standar dan terdata (traceable dan recorded).

Jahe merah yang siap dipanen, akan dikirimkan ke sentra panen termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Jahe merah ini kemudian disortir, dicuci, dipotong, dikeringkan dan dikemas sehingga siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut.

Proses ektraksi jahe merah bekerjasama dengan mitra ekstraktor atau destilator yang berpengalaman dan terkualifikasi untuk menghasilkan ekstrak dan essential oil jahe merah yang terstandar.

Ekstrak atau essential oil jahe merah yang dihasilkan harus dikontrol sehingga menghasilkan zat aktif gingerol dan zingiberene sesuai spesifikasi, yang nantinya akan diolah oleh perusahaan menjadi produk Redgine.

Dalam melakukan uji ini, BINA bekerja sama dengan BRIN, ITB, Ubaya, dan KyungHee University Korea.

Kemudian, bahan baku jahe merah Redgine yang dihasilkan dipasarkan ke industri farmasi, jamu, makanan, kosmetik, suplemen, dan nutraceutical.

Jenis sediaan yang berupa simplisia powder, extract powder, extract liquid dan oil, disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, pun mengapresiasi ekosistem jahe merah, karena mampu membina petani menghasilkan jahe merah terbaik dengan kuantitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya sangat berterima kasih dengan program ini, karena bukan hanya kualitas dan kuantitas jahe merah yang meningkat, tetapi juga SDM-nya bisa meningkat, mulai dari sikap, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan,” tutup Rahmat Yuniar.