17 Juli 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Duo Raksasa Farmasi Berebut Pasar Obat Kanker Paru

OBATDIGITAL – Kanker paru kini menjadi salah satu penyakit mematikan. Tidak hanya perokok yang tetapi juga non perokok. Begitu pula banyak wanita kini yang kena penyakit pernapasan. Apalagi belakangan ini vape dituding sejumlah ahli sebagai salah satu penyebabnya.

Karena itu banyak pabrikan farmasi berlomba mencari obat ampu melawan kanker paru. Salah satunya Merck, salah perusahaan obat asal Jerman. Perusahaan itu aktif mencari obat-obatan yang dapat memperluas cakupannya dalam bidang kanker dan menawarkan potensi untuk dikombinasikan dengan raksasa imunoterapinya, Keytruda.

Raksasa farmasi itu mengeluarkan uang US$4 milyar untuk pembayaran di muka untuk menggandeng perusahaan farmasi Jepang: Daiichi Sankyo. Tujuannya agar bisa ikut serta dalam pengembangan tiga molekul Daiichi Sankyo.

Ketiga obat tersebut semuanya merupakan konjugat obat antibodi (ADC) yang dikembangkan dari teknologi Daiichi Sankyo. Teknologi ini juga telah digunakan untuk membuat obat yang sama bernama Enhertu yang bekerjasama dengan AstraZeneca. Jika pencapaian tersebut tercapai, Merck dapat membayar Daiichi Sankyo hingga $22 miliar.

Seperti dilansir Medcitynews.com, belum lama ini, perjanjian tersebut mengharuskan Merck dan Daiichi Sankyo untuk berbagi keuntungan dari obat-obatan yang bermitra di seluruh dunia, kecuali Jepang di mana Daiichi Sankyo memegang haknya dan Merck akan menerima royalti berdasarkan penjualan.

Biaya penelitian dan pengembangan akan ditanggung bersama, namun Merck bertanggung jawab atas 75% dari $2 miliar pertama biaya tersebut.

Selain Merck, ada satu pabrikan farmasi yang getol membikin obat kanker paru, yaitu Roche. Perusahaan obat Swiss inienggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membikin obat kanker paru: Alencensa. Obat ini diklaim dapat mengurangi kekambuhan pasien kanker paru.

Dalam fortune.com, Roche akan menggunakan kolaborasi AI dengan perusahaan teknologi Israel Medial EarlySign Ltd.