30 Mei 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Dinilai Sukses Bikin Sistem Rujukan Nasional, RS Jantung Harapan Kita Sabet Dua Penghargaan Sekaligus

OBATDIGITAL – Pusat Kardiovaskular Nasional Harapan Kita (NCCHK) atau dikenal dengan nama Rumah Sakit jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita telah mendapatkan dua gelar utama di Healthcare Asia Awards. Rumah sakit itu dinilai berhasil dalam mempromosikan jaringan rujukan kardiovaskular dan menjadi rujukan nasional di bidang kardiovaskular.

Program Pemberdayaan Jaringan Kardiovaskular bertujuan untuk menyelaraskan layanan nasional dan kualitas layanan kardiovaskular, serta mempercepat akses terhadap layanan kardiovaskular.

Rumah sakit ini mulai mendukung jaringan ini lebih dari 10 tahun yang lalu, dengan program yang hanya mencakup intervensi non-bedah pada orang dewasa dan pencangkokan bypass arteri koroner pada orang dewasa.

Pada tahun 2024 ini, rumah sakit akan memiliki tiga program dukungan tambahan: bedah jantung pediatrik, intervensi non-bedah pediatrik, dan akses farmakologis untuk infark miokard elevasi ST.

Didukung oleh Kementerian Kesehatan RI, program NCCHK saat ini berfokus di 34 provinsi untuk menyelenggarakan operasi jantung terbuka.

Rumah Sakit yang kini dikelola pemerintah ini bertindak sebagai koordinator nasional untuk layanan kardiovaskular, regionalisasi layanan ke rumah sakit provinsi yang sudah dapat mendukung layanan di rumah sakit kabupaten atau kota.

Program tersebut juga mencakup pengembangan sarana, prasarana, peralatan medis, dan sumber daya manusia.

Sementara itu, NCCHK juga telah mengembangkan inovasi dalam intervensi jantung pediatrik dan penyakit jantung bawaan melalui Teknik Zero Fluoroskopi.

Tekniknya merupakan metode penutupan defek septum non bedah seperti atrial septal defek (ASD), defek septum ventrikel, paten foramen ovale, dan paten duktus arteriosus dengan menggunakan ekokardiografi transesofageal.

Teknik Zero Fluoroskopi telah terbukti efektif dengan waktu prosedur yang lebih singkat, pengurangan risiko dan komplikasi, serta masa rawat inap dan waktu pemulihan yang lebih singkat.

Hal ini telah diperkenalkan melalui kegiatan pengawasan nasional dan internasional dan telah diterapkan di 352 layanan.