15 Juni 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Dextrometorfan, Pereda Batuk Kering

OBATDIGITAL – Dextrometorfan atau Dextromethorphan adalah salah satu jenis obat pereda batuk tidak berdahak atau batuk kering. Kandungan Dextrometorfan umumnya terdapat dalam obat batuk pilek maupun obat flu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut Dextrometorfan sebagai antitusif atau obat penekan batuk yang digunakan pada obat batuk tunggal maupun obat flu kombinasi dengan zak aktif lain, seperti fenilefrin, paracetamol, dan klorfeniramin maleat.

Dextrometorfan tersedia di pasaran dalam bentuk sirop, tablet, bubuk, spray, dan lozenges.

Dextrometorfan bekerja dengan cara menekan sinyal batuk dari otak, sehingga keinginan untuk batuk pun mereda atau berkurang.

Dextrometorfan tidak efektif untuk mengatasi batuk berdahak maupun batuk yang disebabkan oleh sejumlah penyakit seperti asma, emfisema, bronkitis kronis, dan kebiasaan merokok.

Dextrometorfan terkandung dalam obat bermerek dagang antaralain Actifed, Bodrex Batuk, Brochifar Plus, Decolsin, Konidin, Novadryl, OBH Combi Batuk Pilek, Paramex Flu dan Batuk, Sanaflu Plus Batuk, Siladex Antitussive, Vicks Formula 44, Woods Peppermint Antitussive dan masih banyak lagi.

Dosis Dextrometorfan untuk meredakan batuk tidak berdahak pada pasien dewasa dan anak di atas 12 tahun yaitu sebanyak 30 mg, 3-4 kali sehari.

Dosis tidak boleh lebih dari 120 mg per hari. Untuk anak usia 6-12 tahun dianjurkan mengonsumsi sebanyak 15 mg, 3-4 kali sehari, sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun sebesar 7,5 mg 3-4 kali per hari.

Obat Dextrometorfan dapat berinteraksi dengan beberapa obat, seperti peningkatan risiko efek samping jika diminum bersamaan dengan Haloperidol atau Amiodarone.

Selain itu, Dextrometorfan dapat meningkatkan risiko terjadinya serotonin syndrom jika dikonsumsi dengan obat antidepresan, serta meningkatkan efek samping mengantuk dan sulit konsentrasi jika diminum berbarengan dengan antihistamin.

Efek samping yang mungkin timbul setelah meminum Dextrometorfan yaitu mual dan muntah, rasa kantuk, sakit perut, napas pendek, kejang, hingga mengalami halusinasi.