aktivitas pembuatan obat
0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

OBATDIGITAL – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Pusat Riset Vaksin dan Obat (PRVO). Langkah ini dianggap strategis selama masa pandemi COVID-19.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Ni Luh Putu Indi Dharmayanti menjelaskan, dengan adanya banyak penyakit yang belum tertangani seperti Tuberkulosis dan COVID-19 menjadi peluang kiprah PRVO.

Tahun 2022 ini, targetnya PRVO akan turut mengembangkan vaksin merah putih serta vaksin lainnya.

Selain itu juga mengembangkan bahan baku obat berbasis bahan alami lokal dan kimia obat.

“Saya berharap momen ini menjadi inspirasi untuk mengasah ide dan gagasan sebagai solusi penanganan dan pencegahan penyakit di Indonesia,” ujar Indi dalam acara virtual, (18/4/2022).

Kepala PRVO Masteria Yunovilsa Putra menambahkan, PRVO dibentuk untuk mengatasi pandemi dan pergeseran pola penyakit, serta mengurangi ketergantungan pasokan obat impor.

PRVO saat ini memiliki 10 kelompok penelitian dengan ruang lingkup riset meliputi pengembangan vaksin, stem cell dan produk biologi.

“Untuk proses riset dan pengembangan obat sendiri pastinya memiliki jangka waktu yang sangat panjang, dimulai dari prose penemuan, skrining, hingga proses formulasi obat,” papar Masteria.

Ke depan PRVO akan fokus pada pengujian produk kesehatan inovatif, pendampingan perusahaan pemula berbasis riset dan program prioritas nasional lainnya. PRVO juga akan mengembangkan obat untuk penyakit infeksi dan non-infeksi, pengembangan obat dan modifikasi struktur, obat untuk antivirus, skrining virtual dan sintetis serta sistem pelepasan obat berbasis alamiah dan nanoteknologi.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »