15 April 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Bisoprolol, Obat Untuk Penderita Hipertensi

OBATDIGITAL – Bisoprolol, salah satu obat yang diandalkan untuk mengatasi hipertensi atau darah tinggi dan juga penyakit lain seperti gagal jantung, aritmia, dan angina pektoris atau nyeri dada. Bisoprolol juga dikenal dapat mencegah risiko penyakit stroke. 

Mengutip situs The National Health Service (NHS), Bisoprolol merupakan obat yang juga dapat mengobati fibrilasi atrium dan kondisi lainnya yang menyebabkan detak jantung tidak teratur. 

Bisoprolol bekerja dengan cara memperlambat detak jantung dan memudahkan organ jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Bisoprolol juga dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah pun menurun dan beban jantung berkurang. 

Bisoprolol bekerja dalam dua jam untuk menurunkan tekanan darah, namun efek totalnya diperoleh hingga 6 jam setelah dikonsumsi. 

Sejumlah merek dagang Bisoprolol yaitu Beta-One, Biofin, Biscor, Bisoprolol Fumarate, Bisovell, Concor, Lodoz, Miniten, Opiprol, dan Selbix. 

Dosis Bisoprolol untuk orang dewasa penderita hipertensi, aritmia dan angina pektoris yaitu sekitar 5-10 mg per hari, sesuai dengan respon tubuh pasien. Sementara itu untuk mengatasi gagal jantung kronis, Bisoprolol dapat diminum dengan dosis awal 1,25 mg per hari, dan maksimal 10 mg per hari. 

Bisoprolol dapat menimbulkan interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lainnya, seperti peningkatan risiko darah rendah jika diminum bersama obat antagonis kalsium seperti Nifedipine, meningkatkan risiko gagal jantung apabila dikonsumsi bersamaan dengan Klonidin, serta risiko denyut jantung lambat jika diminum dengan Digoxin. 

Penderita diabetes yang rutin meminum Bisoprolol berpotensi mengalami komplikasi akibat hipoglikemia atau kondisi gula darah yang rendah. 

Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Bisoprolol antaralain sakit kepala, rasa lelah, pusing, mual dan muntah, diare, hingga insomnia atau sulit tidur. Selain itu, Bisoprolol juga dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian tangan dan kaki, berat badan naik, pingsan, hingga sulit bernapas.