12 Juni 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Aspirin, Obat Pereda Nyeri dan Sakit Kepala Yang Perlu Kehati-hatian Mengonsumsinya

OBATDIGITAL – Aspirin atau dikenal juga dengan sebutan acetylsalicylic acid merupakan obat inflamasi nonsteroid.

Aspirin seringkali digunakan untuk meredakan demam, nyeri ringan hingga sedang, dan obat antipembekuan darah untuk mencegah serangan jantung atau stroke pada pasien kardiovaskular. 

Melansir situs resmi RSUD Dr Soetomo Provinsi Jawa Timur, Aspirin bekerja dengan cara menghentikan produksi prostaglandin yang menjadi penyebab rasa nyeri, demam atau peradangan. Selain itu, Aspirin juga bisa menghambat trombosit yang saling menempel untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. 

Aspirin terkandung dalam sejumlah merek dagang, di antaranya Apstor, Ascardia, Astika, Cardioaspirin, Coplavix, Inzana, Naspro, Remasal, dan Thrombo Aspilets. 

Sebelum menggunakan Aspirin, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah alergi maupun gangguan perdarahan, asma atau ginjal yang bisa terjadi ketika mengonsumsi Aspirin. 

Untuk mengatasi rasa nyeri dan demam, dosis Aspirin berkisar antara 300-900 mg yang diberikan setiap 4-6 jam, dengan dosis maksimal 4.000 mg. Sementara itu, untuk mencegah penyakit stroke dan gangguan kardiovaskular, dosis Aspirin yang dianjurkan sekitar 75-150 mg sesuai saran dokter. 

Aspirin juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi penyakit reumatik yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis, osteoarthritis, atau ankylosing spondylitis dengan dosis 3.000-4.000 mg. 

Aspirin dapat berinteraksi secara negatif dengan beberapa jenis obat, seperti Antasida, Heparin, Warfarin, Ibuprofen, Ketorolac, Kortikosteroid, Metotrexat, Asam Valproat, Probenecid, Alkohol, dan Captopril. 

Efek samping yang mungkin terjadi ketika menggunakan Aspirin di antaranya kemerahan dan gatal pada kulit, nyeri perut, perdarahan, dan telinga berdenging. Adapun efek samping yang jarang terjadi yaitu mual dan muntah, dispepsia, serta nyeri ulu hati.