15 Juni 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Asam Salisilat, Bukan Sekedar Obat Jerawat

OBATDIGITAL – Asam salisilat atau salicylic acid merupakan sejenis obat salep untuk mengatasi berbagai jenis penyakit kulit. Asam salisilat termasuk senyawa golongan asam karboksilat yang digunakan sebagai obat analgesik dan antipiretik. 

Mengutip Web MD, asam salisilat digunakan untuk mengobati jerawat dan penyakit kulit yang berkaitan erat dengan peradangan. Saat dioleskan ke kulit, asam salisilat bekerja dengan melepaskan sel-sel mati dari lapisan atas kulit, serta mengurangi kemerahan dan pembengkakan. 

Asam salisilat juga mempercepat regenerasi kulit, meningkatkan kelembapan, dan membuka pori-pori kulit yang tersumbat sebagai salah satu penyebab jerawat.

Selain mengobati jerawat, asam salisilat juga digunakan untuk mengatasi gangguan penyakit kulit seperti kulit bersisik, kapalan, dan kutil. Namun, asam salisilat tidak dapat digunakan untuk mengobati kutil pada area kelamin maupun wajah. 

Asam salisilat termasuk jenis obat dengan efek iritatif, dapat menimbulkan iritasi mukosa lambung dan perdarahan, sehingga penggunaan secara oral sangat dihindari. Beberapa merek dagang asam salisilat di antaranya Callusol, Cloveril, Kalpanax, Rodeca, dan lain-lain.

Asam salisilat tidak boleh digunakan oleh pasien yang alergi dengan obat Aspirin. Lebih lanjut, asam salisilat tidak boleh sampai terpapar di area mata, wajah, lapisan kulit bagian dalam atau mukosa, luka terbuka, tahi lalat, maupun kulit yang sedang mengalami infeksi. 

Cara penggunaan asam salisilat sangat mudah, cukup dioleskan tipis-tipis ke permukaan kulit yang bermasalah. 

Dosis penggunaan asam salisilat tergantung pada penyakitnya. Untuk kapalan dan kutil dapat menggunakan salep asam salisilat dengan kadar 12-26% selama 1-2 kali sehari. Untuk jerawat dan kulit bersisik, gunakan asam salisilat kadar 2% sebanyak 2 kali sehari. 

Asam salisilat dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat lain, seperti obat oleh Calcipotriol, Adapalene atau Tretinoin yang dapat meningkatkan iritasi kulit dan membuat kulit lebih kering. 

Beberapa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan asam salisilat antaralain pusing, sakit perut, muntah, sakit kepala berat, diare, telinga berdenging, dan reaksi alergi.