Anti Jamur

Jamur bisa menimbulkan masalah pelik. Jamur bisa masuk ke saluran cerna, organ kelamin, hingga ke kulit. Jamur tak bisa diatasi dengan antibiotik. Pasien butuh pengobatan anti jamur.

Ada beberapa obat anti jamur. Di antaranya, amfosterisin, nistatin, ketokonazol, flukonazol, itrakonazol, terbinafin, griseofulvin, dan griseofulvin.

Efek samping: beberapa obat anti jamur memiliki efek samping racun pada hati, anoreksia, muntah, diare sakit perut, anemia, demam, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal.

Sumber: Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000.