15 Desember 2025

Obat Digital

Berita Seputar Farmasi dan Kesehatan

Awas, Obat Diabetes Ini Bisa Merusak Mata!

person holding black tube
(Sumber: Photo by AS Photography on Pexels.com)

OBATDIGITAL – Ini peringatan buat pasien diabetes yang mengonsumsi obat diabetes golongan GLP-1. Baru-baru ini para peneliti telah menemukan satu lagi kemungkinan masalah mata pada pasien diabetes yang mengonsumsi terapi GLP-1 yang populer. Temuan tersebut dikutip oleh Fiercepharma belum lama ini.

Sebuah studi terkini, yang diterbitkan dalam JAMA Ophthalmology dan dilakukan oleh para peneliti dari University of Toronto, Kanada. menemukan bahwa pasien diabetes yang mengonsumsi obat GLP-1 dua kali lebih mungkin mengalami degenerasi makula terkait usia neovaskular (nAMD) dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak mengonsumsi obat tersebut.

Obat golongan GLP-1 memang belakangan ini menjadi pilihan pasien diabetes. Selain untuk mengatasi diabetes, obat tersebut juga diketahui dapat mencegah perburukan masalah ginjal dan bahkan mengatasi obesitas. Beberapa contoh obat jenis ini meliputi semaglutide, dulaglutide, exenatide, dan liraglutide.

Temuan tersebut dikumpulkan setelah para periset mengevaluasi data kesehatan dari 139.002 pasien diabetes di Kanada, yang semuanya berusia 66 tahun atau lebih dan menggunakan obat GLP-1 selama lebih dari enam bulan atau tidak sama sekali.

Para pasien disortir ke dalam kelompok yang dicocokkan 1:2, dengan para peneliti menganalisis lebih dari 46.000 pasien yang telah menggunakan GLP-1 dan lebih dari 92.668 yang tidak.

Selama tiga tahun tindak lanjut antara 2020 dan 2023, 0,2% (93 pasien) dari kelompok pengguna GLP-1 didiagnosis dengan nAMD, demikian pula 0,1% (88 pasien) dalam kelompok kontras.

“Temuan ini memperluas literatur yang semakin banyak yang mengemukakan kekhawatiran mengenai potensi keamanan mata dari penggunaan GLP-1 RA sistemik pada pasien diabetes,” tulis para peneliti, meskipun temuan tersebut lebih menekankan pada hubungan, bukan hubungan sebab akibat.

AMD merupakan penyebab utama kebutaan ireversibel pada orang dewasa yang lebih tua, yang menyerang sekitar 196 juta orang di dunia pada tahun 2020, kata penulis studi tersebut.

Sementara AMD atrofi, yang juga dikenal sebagai AMD kering, lebih umum, bentuk neovaskular dari penyakit ini (bentuk “basah”) lebih parah dan sering kali menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen dan cepat.

Aries Kelana
Sumber: fiercepharma.com