OBATDIGITAL – Jumlah penyandang obesitas terus meningkat berbarengan dengan bertambahnya pola hidup sehat yang buruk. Obesitas juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi hingga kanker. Karena itu, tak heran berusaha mencari cara untuk menurunkan berat badan.
Tentu saja ini peluang tersebut ditangkap oleh sejumlah perusahaan farmasi. Yang terbaru adalah yang dilakukan Oxford Medical Products, Inggris. Mereka telah mengumumkan hasil uji klinis tiga bulan yang positif untuk Sirona, terapi penurunan berat badan yang ditujukan untuk individu yang kelebihan berat badan dan mereka yang sedang dalam masa transisi dari pengobatan obat diabetes GLP-1.
Uji coba yang dilakukan di tiga rumah sakit pemerintah di bawah NHS di Inggris – semacam Kementerian Kesehatan di Indonesia – menunjukkan bahwa para peserta mengalami penurunan berat badan yang berkelanjutan. Orang dengan obesitas kelas 1 – memiliki indeks masa tubuh (BMI) 25-35 – kehilangan rata-rata 6,3% dari berat badan total mereka.
Seperti dilansir pharmatimes.com, Sirona adalah pil hidrogel polimer ganda yang mengembang di lambung, sehingga mengurangi nafsu makan para pengonsumsinya.
Dalam studinya para peserta mengonsumsi 400 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi plasebo. Data awal menunjukkan potensi penurunan berat badan total sebesar 10-12% pada minggu ke-52. Uji coba tersebut tidak melaporkan adanya efek samping yang serius, dengan 96% pasien mematuhi aturan dosis.
Ruth, seorang peserta uji coba, mengatakan: selama uji coba, BMI saya turun dari 37,7 menjadi 31,2.
“Data klinis awal kami yang menjanjikan menunjukkan potensi Sirona sebagai obat penurunan berat badan yang aman dan efektif,” ujar Dr. Camilla Easter, CEO Oxford Medical Products.
Sirona menargetkan mayoritas orang dewasa dengan BMI 25-35, kelompok yang sering diabaikan oleh pengobatan GLP-1. Sebanyak 43% orang dewasa global termasuk dalam kategori kelebihan berat badan ini.
Sementara itu, Dr Asif Humayun, seorang ahli endokrinologi NHS, mengatakan, Sirona mewakili generasi baru dalam terapi penurunan berat badan, khususnya untuk pasien obesitas dan penyakit penyerta yang diakibatkannya.
Ia menambahkan bahwa hasil uji coba awal cukup menjanjikan. Sirona diposisikan sebagai solusi bagi individu yang beralih dari GLP-1, untuk mencegah kenaikan berat badan kembali. 65% dari berat badan yang hilang akibat GLP-1 biasanya naik kembali dalam waktu 12 bulan.
Oxford Medical Products berencana untuk memajukan Sirona ke uji coba penting yang lebih besar di AS dan Inggris akhir tahun ini.
Perusahaan ini bertujuan untuk menyediakan solusi penurunan berat badan yang aman dan efektif bagi jutaan orang.
Perebutan ceruk obat obesitas sampai kini masih terus berlangsung. Dimulai dari perusahaan farmasi Swiss Roche Pharmaceutical dengan produknya bernama Xenical. Kemudian, perusahaan obat asal Denmark Novo Nordisk memproduksi obat yang semula untuk penderita diabetes, yang mengandung senyawa aktif semaglutide. Eli Lilly pun tak mau ketinggalan dengan membuat obat serupa bermerk Zepbound.
Belakangan, Roche juga tergoda membuat produk obat obesitas yang lain terbaru setelah mencaplok Carmot Therapeutics. Produk terbarunya nanti diharapkan dapat meningkatkan penjualan tahunan obat obesitas senilai US$3,6 miliar.
Aries Kelana
Sumber: pharmatimes.com dan reuters.com
Foto: pexels.com







Berita Terkait
Sambut Hari Kesehatan Nasional, Darya Varia Luncurkan Kampanye Baru
InterSystems Kembangkan Rekam Medis Elektronik Berbasis AI
Di Hari Kesadaran Kanker Hari, AstraZeneca-Siloam Hospital Ingatkan Bahaya Penyakit Ini