pexels-photo-5482991.jpeg
0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

OBATDIGITAL – Jumlah kasus kanker payudara menuntut perlunya penanganan pasien kanker payudara secara komplet dan komprehensif.

Untuk itu,Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC)  meluncurkan buku berjudul ‘Panduan Navigasi Bagi Pasien Kanker Payudara’.

Buku panduan informatif dan praktis ini berisi navigasi yang dibutuhkan oleh pasien kanker -khususnya kanker payudara, dalam perjalanan maupun pengetahuan kontinuum perawatan kanker di Indonesia.

Peluncuran buku dibarengi dengan jumpa pers yang digelar secara daring (29/11/2022). Dalam sambutannya, Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri, SH.,MH, mengatakan, dirinya  sangat apresiasi atas bantuan semua pihak, sehingga buku Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara dapat diluncurkan secara digital yang mudah diakses oleh siapa saja.

Menurutnya, buku ini merupakan persembahan CISC sebagai organisasi pasien. Ini mengingat di Indonesia, mayoritas pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit terdiagnosis pada  stadium lanjut. 

Disamping itu, banyak tantangan yang dihadapi pasien dan keluarganya untuk mendapatkan akses ke pengobatan kanker secara medis dan tepat waktu.

“Maka kami berharap buku ini dapat turut membantu mengatasi masalah yang dihadapi pasien kanker dan keluarganya,” kata Aryanthi.

“Panduan ini dilengkapi dengan lampiran tentang sekilas kanker payudara, sebaran dokter spesialis onkologi dan rumah sakit layanan kanker, sehingga menjadi lebih informatif dan praktis, juga dapat menjadi panduan umum serta memberikan motivasi bagi siapa saja, baik yang berlatar belakang medis maupun awam, termasuk para penyintas kanker yang ingin menjadi Navigator Pasien kanker payudara atau sekadar untuk menambah pengetahuan,” tambah Ibu Aryanthi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan  Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, KEMD, Ph.D, mengatakan, “Buku Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara” telah terselesaikan dengan baik.

Ini merupakan petunjuk tentang salah satu upaya berbasis komunitas guna mengatasi hambatan yang dihadapi pasien agar dapat memperoleh akses tepat waktu ke seluruh rangkaian perawatan kanker payudara. 

“Oleh karena itu, saya sangat menyambut baik terbitnya buku ini dengan harapan upaya ini menjadi langkah bersama untuk mengintegrasikan pelayanan kanker yang berkualitas dan tentu pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara,” ujarnya.

Buku Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara terdiri dari enam bab yang diperkaya dengan hasil wawancara tim penulis dengan para pakar, berisi tentang tujuan, sasaran, ruang lingkup pasien navigator; kebijakan dan strategi; etika navigasi pasien serta hak dan kewajiban pasien; konsep dasar navigasi pasien; pengorganisasian dan sistem rujukan; dan monitoring dan evaluasi. 

“Panduan ini dilengkapi dengan lampiran tentang sekilas kanker payudara, sebaran dokter spesialis onkologi dan rumah sakit layanan kanker, sehingga menjadi lebih informatif dan praktis, juga dapat menjadi panduan umum serta memberikan motivasi bagi siapa saja, baik yang berlatar belakang medis maupun awam, termasuk para penyintas kanker yang ingin menjadi Navigator Pasien kanker payudara atau sekadar untuk menambah pengetahuan,” tambah Ibu Aryanthi.

Koordinator Support Group CISC, Lindawati Gunawan, menjelaskan, “Buku Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara ini sangat membantu pasien selama pengobatan di Rumah Sakit. Harapannya, dapat menginspirasi banyak orang mau menjadi Navigator Pasien.” 

Umumnya Navigator Pasien terdiri dari para penyintas kanker payudara atau mereka yang peduli seperti dokter, tenaga kesehatan, keluarga penyintas ataupun relawan yang terlatih dan memiliki pengetahuan praktis tentang kanker payudara, kemampuan interpersonal dan komunikasi yang baik, sehingga menjadi jembatan penghubung antara kebutuhan medis dan emosional pasien.

“Pasien perlu mendapatkan pendampingan yang cocok, bisa dipercaya untuk membimbing, memberi informasi terkait penyakit dan pengobatannya serta memotivasi, yang semuanya bermanfaat dan membangun harapan agar hidup lebih berkualitas dan lebih berarti,” ujar Lindawati.

Kemudian, editor buku Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara, dr. Inez Nimpuno, MPS, MA, menyampaikan, hadirnya buku ini merupakan bukti langkah nyata organisasi pasien, dalam hal ini CISC

Sebuah kontribusi besar dari CISC dalam perjuangan bersama untuk mencapai kondisi ideal dimana pasien mendapatkan hasil terapi yang semaksimal dan sebaik mungkin.

Buku panduan yang bisa diakses secara gratis dan elektronik ini, diharapkan bisa mengisi ‘gap’ yang dihadapi oleh pasien kanker payudara.

Melalui peran sentral dari Navigator Pasien, buku ini menyediakan arahan yang lebih jelas untuk pihak pasien, dalam menjalani seluruh kontinuum perawatan pasien kanker.

“Semoga, buku ini juga akan membantu mencapai tujuan yang paling penting, yaitu kualitas hidup yang setinggi mungkin untuk pasien dan keluarganya,” ucap Linda.

SelanjutnyaDirektur Policy & Public Affairs Pfizer Indonesia, Bambang Chriswanto mengatakan, kerjasama Pfizer dengan CISC dalam pembuatan buku Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara ini diharapkan dapat memandu Navigator Pasien, tenaga kesehatan non-medis maupun caregiver dalam perjalanan pengobatan dan perawatan pasien kanker payudara secara lebih baik, dan tetap menjaga kualitas hidup yang baik dengan perawatan dan terapi inovatif kanker yang terbaru, berkualitas tinggi dan tersedia di Indonesia.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »