depresi
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

OBAT DIGITAL – Selama ini ketamin merupakan obat andalan sebagai terapi depresi, sejenis penyakit gangguan kejiwaan. 

Tapi kini ketamin mulai diragukan efektivitasnya. Itu jika dibandingkan dengan terapi kejut listrik.

Terapi kejut listrik, yang digambarkan secara tidak baik dalam film dan acara TV, secara konsisten menghasilkan hasil yang lebih baik untuk depresi yang kebal terhadap pengobatan.

Menurut analisis dari enam penelitian yang baru-baru ini menerbitkan temuan mereka di JAMA Psychiatry, dan dikutip oleh Scitech Daily (18/11/2022), terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih baik daripada ketamin dalam meredakan depresi berat dengan cepat.

Ketamin, obat sejenis esketamin, telah dipelajari. Ketamin biasanya digunakan sebagai anestesi suntik dalam pengobatan, tetapi akhir-akhir ini telah diteliti sebagai intervensi cepat untuk membantu mereka yang menderita depresi serius.

Itu setelah T . Greg Rhee, ahli epidemiologi psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Connecticut, dan rekan dari Universitas Harvard, Universitas Kyungnam di Korea, Rumah Sakit McLean dan Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, Universitas Toronto, Penyakit Mental VA New England di West Haven, dan Yale Universitas memeriksa enam studi uji klinis global yang membandingkan ketamin dengan ECT untuk depresi berat.

Uji coba, yang dilakukan di rumah sakit di Swedia, Jerman, Iran, dan India, melibatkan total 340 pasien. 

Keenam studi secara independen menemukan bahwa ECT lebih efektif daripada ketamin dalam meredakan gejala depresi berat.

“ECT secara konsisten lebih berhasil daripada ketamin” dalam membantu pasien dengan depresi berat, kata Rhee.

“Kami tidak menemukan perbedaan berdasarkan usia, jenis kelamin, atau lokasi geografis. Jadi bisa dikatakan siapa saja yang memenuhi syarat ECT akan mendapat manfaat,” pungkasnya. 

Ketamin biasanya digunakan sebagai anestesi suntik dalam pengobatan, tetapi akhir-akhir ini telah diteliti sebagai intervensi cepat untuk membantu mereka yang menderita depresi serius.

Profil efek samping dari kedua pengobatan berbeda, dengan terapi kejut listrik lebih cenderung menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, dan kehilangan memori, sedangkan ketamin lebih cenderung menyebabkan gejala disosiatif, vertigo, dan penglihatan ganda.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »