0 0
Read Time:36 Second

OBAT DIGITAL – Belakangan ini kasus COVID-19 sudah berkurang. Jumlah per harinya pada kisaran di bawah 2.000.

Ini membuat jumlah orang yang berobat dan mengonsumsi obat COVID-19 juga berkurang. Hal tersebut membuat sejumlah industri farmasi kelimpungan. Pasalnya mereka keburu menyediakan stok obat yang banyak untuk mengantisipasi melonjaknya lagi kasus COVID-19 seiring dengan munculnya varian baru.

Karena itu, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia mengimbau pemerintah agar turut mencarikan jalan keluar terkait pendistribusian obat Covid-19.

“Kita tahu bahwa sekarang covid-19 menurun, sedangkan obat-obatan tersedia begitu banyak. Jadi banyak industri sekarang yang merasa mau diapakan obat yang begini banyak,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat GP Farmasi Indonesia F Tirtokoenadi, seperti dikutip dari Tribun Jateng (24/9/2022).

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »