Kanker darah
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

OBATDIGITAL – Operasi bariatrik saat ini merupakan metode paling efektif untuk mengobati obesitas. Banyak pasien obesitas memilih cara ini untuk mengatasi berat badan berlebih dalam waktu singkat serta lebih praktis daripada berolahraga dan minum obat obesitas atau mengubah pola makan.

Ali Aminian, ketua tim studi tersebut dan kepala Institut Bariatrik & Metabolik Klinik Cleveland, Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa

“Pasien dapat kehilangan 20 hingga 40% dari berat badan mereka setelah operasi, dan penurunan berat badan dapat dipertahankan selama beberapa dekade. Temuan mencolok dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar penurunan berat badan, semakin rendah risiko kanker,” kata Dr. Aminian.

Menurutnya, pasien dapat kehilangan 20 sampai 40% dari berat badan mereka setelah operasi, dan penurunan berat badan dapat dipertahankan selama beberapa dekade.

“Temuan mencolok dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar penurunan berat badan, semakin rendah risiko kanker,” kata Aminian seperti dilansir dari Scitech Daily (4/8/2022).

Menurut sebuah studi Klinik Cleveland itu, pasien obesitas dewasa yang menjalani operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan memiliki kemungkinan 32% lebih rendah terkena kanker dan risiko kematian akibat kanker 48% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal JAMA.

Menurut studi ini, setelah 10 tahun, 2,9% pasien yang menjalani operasi bariatrik dan 4,9% individu dalam kelompok non-bedah menderita kanker terkait dengan obesitas.

Selain itu, setelah 10 tahun, 0,8% pasien pada kelompok operasi dan 1,4% pasien pada kelompok non-bedah meninggal karena kanker.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa operasi bariatrik dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker sebesar 48% lebih rendah.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker menggambarkan 13 jenis kanker sebagai kanker terkait obesitas seperti kanker endometrium, kanker payudara pascamenopause, dan kanker usus besar, hati, pankreas, ovarium, dan tiroid.

studi ini tentu menggembirakan, karena paling tidak membantu penderita obesitas terhindar dari risiko kanker. Menurut American Cancer Society, obesitas adalah yang kedua setelah tembakau sebagai penyebab kanker yang dapat dicegah di Amerika Serikat.

“Studi ini memberikan bukti terbaik tentang nilai penurunan berat badan yang disengaja untuk mengurangi risiko kanker dan kematian,” tutup peneliti lain, Steven Nissen, Chief Academic Officer of the Heart, Vascular and Thoracic Institute.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »