Vaksinasi pada anak-anak
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

OBATDIGITAL – Tidak ada penyakit menular lain yang membunuh lebih banyak orang selain tuberkulosis. Indonesia sendiri menempati urutan ketiga dalam jumlah penderita terbanyak di dunia di bawah India dan Cina.

Saat ini, hanya satu vaksin yang tersedia untuk mencegah penyakit parah: Bacillus Calmette Guérin (BCG). Namun, itu tidak sama efektifnya terhadap semua jenis tuberkulosis.

Terutama bayi dan pasien immunocompromised karena itu sangat membutuhkan vaksin tuberkulosis yang lebih efektif.

Untuk itu perlu vaksin lain yang lebih ampuh. Sebuah uji klinis di Afrika Selatan kini telah menunjukkan bahwa kandidat vaksin baru VPM1002, yang dikembangkan oleh peneliti Max Planck Stefan H.E. Kaufmann dan timnya, sama-sama aman untuk bayi baru lahir dengan dan tanpa pajanan HIV dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan BCG.

Para peneliti memodifikasi secara genetik strain vaksin BCG yang dilemahkan sehingga sel-sel kekebalan dapat mengenali patogen dengan lebih baik.

“Kami mengembangkan VPM1002 tidak sedikit untuk menggabungkan peningkatan keamanan dengan peningkatan kemanjuran untuk anak-anak dengan gangguan kekebalan,” lapor peneliti Max Planck seperti dilansir dari Medical Xpress (3/8/2022). 

Dalam uji klinis itu melibatkan Kelompok anak immunocompromised termasuk, misalnya, bayi terpajan HIV yang lahir dari ibu HIV-positif. 

Kaufmann kini telah membandingkan VPM1002 dengan BCG pada bayi baru lahir yang terpajan HIV dan tidak terpajan HIV.

Studi ini memeriksa keamanan dan respons imun yang diinduksi—disebut imunogenisitas—yang terkait dengan pembentukan sel imun dan protein imunostimulator.

Kesimpulan penelitian: VPM1002 aman pada bayi baru lahir yang terpajan HIV dan tidak terpajan HIV, memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan BCG, dan menimbulkan tanggapan kekebalan yang serupa.

“Kami telah mengembangkan uji klinis fase III yang lebih besar dan telah berhasil mendaftarkan ibu dengan bayi mereka untuk berpartisipasi,” kata Kaufmann.

Ahli biologi infeksi itu mengharapkan hasil awal yang menunjukkan apakah VPM1002 dapat memberikan perlindungan yang sebanding atau lebih baik daripada vaksin BCG yang ada dalam waktu sekitar tiga tahun.

Selain itu, vaksin VPM1002 pada saat ini dievaluasi pada orang dewasa dalam dua fase III lainnya. uji klinis di India untuk perlindungan terhadap tuberkulosis. Uji coba ini diharapkan akan selesai masing-masing pada tahun 2023 dan 2024.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »