sakit gigi
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

OBATDIGITAL – Seringkali terlihat banyak penderita diabetes memiliki gigi sedikit alias banyak giginya yang copot, meski giginya tidak bolong. Namun belum banyak ahli yang tahu sebabnya.

Nah, penelitian Universitas Rutgers baru-baru ini dapat  menjelaskan mengapa orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 lebih mungkin mengalami kerusakan gigi, seperti daya tahan dan kekuatan dentin yang lebih rendah, zat keras yang mendasari enamel dan memberi struktur gigi.

Itu berdasarkan studi pada 35 tikus  diabetes tipe 1 diberi suntikan, dan selama 28 minggu.

Di situ para peneliti menggunakan penguji kekerasan mikro Vickers untuk membandingkan gigi mereka dengan 35 tikus tanpa penyakit.

Hasilnya, meskipun kedua kelompok memiliki gigi yang sama pada awal percobaan, email tikus diabetes menjadi lebih lemah setelah 12 minggu, dan perbedaannya melebar selama percobaan.

Pada minggu ke-28, variasi signifikan dalam kekerasan mikro dentin telah berkembang.

“Kami telah lama melihat peningkatan tingkat pembentukan rongga dan kehilangan gigi pada pasien diabetes, dan kami sudah lama mengetahui bahwa perawatan seperti tambalan tidak bertahan lama pada pasien tersebut, tetapi kami tidak tahu persis mengapa, ”kata profesor Mohammad Ali Saghiri, ahli kedokteran gigi restoratif di Rutgers School of Dental Medicine.

 Penelitian ini, seperti dilansir dari Scitech Daily (25/82022) melanjutkan proyek multi-tahun oleh Saghiri dan rekan-rekannya untuk memahami bagaimana diabetes berdampak pada kesehatan gigi dan menciptakan perawatan untuk mengurangi efek merugikannya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sebagian besar masalah kesehatan mulut, yang mempengaruhi gigi dan jaringan lunak di sekitarnya, jauh lebih umum pada pasien dengan kedua bentuk diabetes.

Selain itu, Saghiri dan peneliti lain telah menunjukkan bahwa diabetes dapat menghalangi proses penambahan mineral ke gigi ketika mereka kehilangan kekuatan dari penggunaan biasa.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »