Peneliti Swedia kembangkan vaksin diabetes tipe 1
0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

OBATDIGITAL – Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemikiran itu sudah dipahami oleh 99% penduduk Indonesia. Paling tidak itu berdasarkan hasil survei yang didanai Royal Philips yang dilakukan oelh Kantar Profiles Network. Survei ini dlaksanakan dalam menyambut Hari Merawat Diri Internasional.

Angka tersebut sudah termasuk bagaimana mengikuti gaya hidup sehat dalam hal pola makan, olahraga dan kesejahteraan secara keseluruhan, pemeriksaan kesehatan serta pemantauan kesehatan secara teratur. Faktor lainnya, pandemi telah memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan bagi banyak orang.

Di Indonesia, survei mengungkapkan bahwa 33% orang mengonsumsi makanan yang lebih sehat, 37% menginvestasikan lebih banyak uang untuk mempertahankan gaya hidup sehat, 59% lebih banyak membaca tentang kesehatan dan pencegahan penyakit, dan 49% lebih memprioritaskan kesehatan daripada komitmen kerja dibanding sebelum pandemi.

Terlepas dari langkah-langkah ini, survei menunjukkan 33% responden di Indonesia merasa bahwa mereka masih dapat melakukan lebih dari usaha mereka saat ini untuk mempertahankan kesehatan dirinya.

Di Indonesia, 49% responden menyebutkan kurangnya waktu untuk diri sendiri karena pekerjaan, keluarga, dan komitmen pribadi yang menjadi penghalang utama bagi mereka untuk menjaga kesehatan mereka dengan lebih baik.

Beberapa cara yang dapat mendorong mereka untuk mulai bertindak menjaga kesehatan diri sendiri meliputi pengetahuan lebih tentang menjalani gaya hidup sehat (68%), pengetahuan yang lebih luas seputar penggunaan perangkat kesehatan pribadi dan teknologi untuk memantau kesehatan (54%), peningkatan akses ke fasilitas rekreasi dan penjangkauan komunitas pendidikan (42%) dan pemahaman yang lebih baik mengenai cara berbagi data yang didapatkan dari teknologi dan perangkat kesehatan pribadi dengan dokter (39%) dan diberikan akses yang lebih besar ke dokter (38%).

“Sangat menggembirakan melihat begitu banyak orang di wilayah Asia menyadari pentingnya menjaga kesehatan mereka dan mengatur kondisi saat ini. Salah satu cara untuk mendorong perawatan preventif bisa terletak pada penciptaan teknologi kesehatan yang lebih cerdas,” ujar Muir Keir, Business Leader, Personal Health, Philips ASEAN Pacific.

Menurutnya, konsumen di wilayah Asia telah menunjukkan keterbukaan untuk berinteraksi denganteknologi kesehatan yang menawarkan pendekatan kesehatan yang dipersonalisasi untuk hasil kesehatan yang lebih baik.

“Di Philips, kami sudah menerapkan hal ini melalui perangkat seperti sikat gigi pintar yang terhubung ke aplikasi konsumen, memberikan wawasan yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan mulut yang lebih efektif,” sambung Muir Keir.

Survei Philips menemukan bahwa hampir sepertiga (30%) responden di seluruh Asia saat ini menggunakan teknologi dan perangkat kesehatan pribadi untuk memantau kesehatan mereka secara lebih aktif dibanding yang mereka lakukan sebelum pandemi.

Sedangkan di Indonesia, 42% responden melakukan hal yang sama yaitu menggunakannya secara teratur untuk memantau kesehatan gigi dan mulut (42%), diet dan gizi (52%), kesehatan jantung (54%), dan memantau kesehatan seputar pra -kondisi (56%).

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »