Peneliti Swedia kembangkan vaksin diabetes tipe 1
0 0
Read Time:2 Minute, 10 Second

OBATDIGITAL – Diabetes – baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 – merupakan penyakit yang susah disembuhkan. Beberapa obat sejauh ini hanya sebatas menurunkan kadar gula darah dengan beberapa efek samping yang kurang mengenakkan. Ini menyebabkan banyak orang yang berupaya mencari alternatif lain.

Salah satunya yang dicari adalah terapi tradisional asal India, yaitu terapi Ayurveda selama ribuan tahun. Banyak penduduk India, Nepal, dan beberapa negara Asia Selatan menggunakan terapi ini untuk mengendalikan penyakit gula tersebut. Malahan di bagian lain dunia termasuk Iran, Cina, dan Meksiko juga melakukan hal yang sama.

Dan yang menggembirakan, berdasarkan studi terbaru yang dipimpina peneliti dari Unievrsitas Nottingham, Inggris, terapi itu efektif dalam menjaga kadar gula darah tetap normal pada pasien diabetes tipe 2.

Terapi Ayurveda menggunakan metode berbagai macam, seperti modifikasi gaya hidup (termasuk diet), terapi detoksifikasi dan pemurnian Ayurveda (misalnya Panchakarma), dan obat-obatan Ayurveda (mengandung tumbuhan, hewan, atau bahan asal mineral – tunggal atau dalam kombinasi).

Dalam studi baru ini, yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Frontiers dan dikutip Scitech Daily (15/7/2022), para ahli melakukan tinjauan mendalam untuk menunjukkan bahwa obat-obatan ini efektif dalam mengontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Efek menguntungkan lainnya juga ditunjukkan dalam penelitian, termasuk peningkatan berat badan, tekanan darah, kolesterol, dan parameter terkait diabetes lainnya. Menurut para ilmuwan, ini adalah tinjauan sistematis komprehensif pertama dari setiap obat tradisional (termasuk Ayurveda), yang mencakup berbagai macam obat-obatan Ayurveda.

Pasien sering memilih pengobatan ayurveda karena sejalan dengan pandangan budaya dan kesehatan mereka. Penerimaan, kepuasan, dan bantuan yang dirasakan biasanya tinggi, terutama di antara penduduk pedesaan, miskin, tua, dan penduduk asli/minoritas. Banyak pasien dengan diabetes tipe 2 memilih untuk tidak menggunakan obat-obatan Barat karena efek samping yang terkait, biaya, dan cara pemberian (misalnya, suntikan).

Tinjauan sistematis sebelumnya telah menunjukkan potensi untuk mengelola diabetes tipe 2 dengan obat-obatan ini, namun banyak yang perlu diperbarui dan tidak ada yang memberikan ringkasan komprehensif dari semua obat yang dievaluasi untuk mengelola kondisi tersebut.

Sebagai bagian dari tinjauan ini, tim mencari berbagai sumber, termasuk 18 database elektronik. Dua ratus sembilan belas artikel dimasukkan dalam tinjauan, yang mewakili 199 uji coba terkontrol secara acak (21.191 peserta) dan 98 obat-obatan Ayurveda. Banyak praktisi Ayurveda mungkin melihat dimasukkannya ekstrak herbal dan obat-obatan Ayurveda eksklusif dalam ulasan ini sebagai penyimpangan dari gaya manajemen klasik.

Namun, pada kenyataannya, banyak praktisi Ayurveda yang meresepkan, dan banyak orang mengkonsumsi obat-obatan jenis ini. Chattopadhyay mengatakan ini adalah pertama kalinya tinjauan menyeluruh dilakukan terhadap semua obat-obatan ini dalam skala yang jauh lebih besar. Bukti saat ini menunjukkan manfaat berbagai obat Ayurveda dalam meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »