aktivitas pembuatan obat
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

OBATDIGITAL – Indonesia merupakan pasar terbesar farmasi di ASEAN. Pasar farmasinya sudah menembus 27% dari total pasar farmasi di ASEAN, dan ini tergolong terbesar.

Di negeri ini, banyak tumbuh perusahaan farmasi lokal, sebagian produk mereka bahkan sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Dexa Medica, Kimia Farmasi, dan Bio Farma. Mereka menguasai 73% pangsa pasar farmasi di Indonesia. Daya tariknya luar biasa sehingga sejumlah industri farmasi asing pun membangun pabriknya di Indonesia, antara lain, Bayer, Johnson & Johnson, dan GlaxoSmithkline.

Seperti dilansir dari Okezone, terdapat 5 besar industri farmasi nasional di Indonesia, yaitu:

1. Dexa Medica. Perusahaan ini dahulu bermarkas di Palembang. Dibangun oleh keluarga Rudy Soetikno yang kemudian diteruskan oleh putranya Fery Soetikno. Kini kantor pusatnya dipindah ke bilangan Bintaro. Salah satu pabriknya yang besar terletak di Cikarang Bekasi. Usahanya terus berkembang sehingga memiliki beberapa anak usaha, seperti di bidang distribusi obat PT Anugerah Argon Medica. Sedangkan anak usaha lainnya, seperti PT Ferron Far Pharmacetuical yang sudah merambah ke luar negeri, seperti Polandia dan Kamboja.

2. Sanbe Farma. Perusahaan ini bermarkas di Bandung. Dibangun oleh keluarga Jahja Santoso melalui industri rumah tangga yang melibatkan 3 orang. Kini perusahaan ittu sudah membesar dan pernah menjadi perusahaan farmasi lokal yang terbesar di Indonesia. Sanbe Farma mempunyai 22 pusat distribusi di seluruh Indonesia. Seluruh produk Sanbe Farma dipasarkan melalui distributor tunggalnya, PT Bina San Prima.

3. Kimia Farma – termasuk Phapros. Perusahaan farmasi ini merupakan badan usaha milik negara di bawah holding BUMN farmasi yang dpegang Bio Farma. Kimia Farma semula merupakan perusahaan Belanda bernama Sanbe Farma mempunyai 22 pusat distribusi di seluruh Indonesia. Seluruh produk Sanbe Farma dipasarkan melalui distributor tunggalnya, PT Bina San Prima. Dengan demikian, distribusi produk dapat terkoordinasi dengan baik. Perusahaan ini bergerak di bidang distribusi dan pembuatan bahan baku obat yang didirikan pada 1817. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah menasionalisasi banyak perusahaan Belanda, termasuk Kimia Farma. Perusahaan yang berkantor pusat di Bandung ini terus berkembang dan memilki anak usaha yang bergerak di bidang apotek, yaitu Apotek Kimia Farma., yang sudah tersebar di banyak kota. Selain itu juga memiliki usaha di bidang diagnostik, dan sebagainya.

4. Kalbe Farma. Perusahaan ini didirikan oleh keluarga Boenjamin Setiawan pada 1966. Kini perusahaan itu sudah tumbuh besar dan memiliki aset sekitar Rp17 triliun. Perusahaan ini sudah memiliki banyak usaha, beberapa di antaranya lewat kerjasama dengan perusahaan biofarmasi Korea Selatan. Anak perusahaannya antara lain, Kalbe Nutritional, Enseval Mega Trading, Bintang Toedjoe, dan Saka Farma. Produk-produk obatnya sudah dijual di 43 negara di lima benua.

5. Bio Farma. Ini merupakan perusahaan farmasi milik negara yang lebih banyak bergerak di bidang produksi vaksin. Perusahaan ini berdiri dengan nama Parc Vaccinogene pada 1890. Produksi vaksinnya terus berkembang dan sudah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO0 sebagai produsen vaksin. Karenanya banyak negara yang mengimpor vaksin dari Bio Farma. Kini Bio Farma menjadi induk Holding BUMN farmasi yang membawahi Kimia Farma, Indofarma dan Phapros.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »