Pemeriksaan paru pada pasien TB
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

OBATDIGITAL – Sebuah studi Curtin and Telethon Kids Institute menemukan bahwa tujuh dari 10 wanita hamil disembuhkan dari tuberkulosis yang resistan terhadap berbagai obat dan melahirkan bayi yang sehat setelah minum obat yang sebelumnya dianggap tidak aman dalam kehamilan.

penelitian ini meneliti pengalaman 275 wanita hamil dengan TB yang resistan terhadap berbagai obat yang tinggal di Afrika Selatan, Peru, Brasil, Iran, dan Uganda.

Peneliti utama Kefyalew Alene, dari Curtin School of Population Health and Telethon Kids Institute, mengatakan penelitian tersebut telah menemukan obat yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat, Linezolid, dikaitkan dengan hasil kehamilan yang baik dan keberhasilan pengobatan yang tinggi.

“Ini adalah tinjauan komprehensif pertama dari hasil pengobatan untuk tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat pada wanita hamil, yang tetap menjadi salah satu kelompok paling rentan di antara setengah juta orang yang hidup dengan penyakit ini secara global,” ujar Alene.

Tim menemukan bahwa sebanyak 73,2 persen ibu hamil dengan TB yang resistan terhadap berbagai obat melahirkan bayi yang sehat dan pengobatannya berhasil pada 72,5 persen ibu tersebut, artinya mereka sembuh dari penyakitnya atau telah menyelesaikan pengobatannya. berhasil.

 Alene mengatakan penelitian tersebut menjawab masalah global yang menantang tentang kapan harus merawat pasien hamil yang hidup dengan TB yang resistan terhadap berbagai obat.

“Obat TBC lini kedua yang digunakan untuk pengobatan TBC yang resistan terhadap banyak obat dianggap beracun bagi janin dan penelitian sebelumnya menyarankan untuk menunggu pengobatan diberikan sampai setelah kelahiran,” kata Alene.

Tuberkulosis dapat memiliki dampak yang lebih merusak pada ibu dan bayi daripada efek samping obat.

Jika tuberkulosis yang resistan terhadap berbagai obat tidak diobati, dapat mengakibatkan risiko penyakit ibu dan kematian ibu dan janin.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kita perlu memulai pengobatan sesegera mungkin selama kehamilan.

“Namun, penelitian lebih lanjut tentang penggunaan Linezolid pada kehamilan diperlukan karena penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, ototoxicity, dan gangguan kejiwaan,’ ucap Alene.

Proporsi yang tersisa dari hasil kehamilan yang merugikan termasuk kelahiran prematur, keguguran, berat badan lahir rendah, dan lahir mati tidak disebabkan oleh obat, tetapi penyakit itu sendiri. Peneliti menyimpulkan bahwa jika obat itu tidak diminum, hasilnya akan lebih buruk.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »