Manfaluthy Hakim
0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

OBATDIGITAL – Banyak orang menganggap bisa bila muncul gejala kesemutan atau kebas. Mereka menganggap hal itu kejadian yang lumrah dan bakal hilang dengan sendirinya. Padahal kesemutan dan kebas, jika dibiarkan atau segera diobati, akan berakibat fatal.

Manfaluthy Hakim, Ketua Kelompok Studi Neurofisilosi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi), mengatakan bahwa kesemutan bisa merusak saraf tepi, baik saraf sensorik atau motorik serta otonom. “Yang terkena bisa sebagian atau semuanya. Biasanya mengenai kaki, tangan, atau wajah,’ katanya dalam jumpa pers yang dilakukan secara online di Jakarta (20/6/2022). Jumpa pers yang diadakan P&G Health ini menyambut Neuropathy Awareness Week.

Kasus neuropati terus meningkat di Asia Tenggara, seiring dengan meningkatnya kasus penyakit diabetes, saraf kejepit, infeksi, defisiensi vitamin B, dan kemoterapi. Bahkan di sejumlah negara di Amerika Selatan meningkat dari 9,6% menjadi 88%.

Sebagian dari pasien neuropati datang terlambat berobat ke dokter.”Sebanyak 55,5% datang sudah dalam keadaan berat,” kata Manfaluthy. Sebagian lagi, menurut survei, datang dengan gejala ringan dan sedang. Sementara itu, 60% dokter hanya melakukan pemeriksaan fisik yang membuat pasien merasa tidak mendapatkan terapi yang memuaskan.

Maftalutfi menganjurkan agar pasien yang memiliki gejala kesemutan dan kebas-kebas segera berobat ke dokter. Sebab, bila kerusakan kurang dari 50%, regenerasi saraf tepi bisa dimungkinkan. Sedangkan bila kerusakan lebih dari 505, regenerasi sulit dilakukan.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »