depresi
0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

OBATDIGITAL Depresi merupakans alah satu penyakit kejiwaan yang banyak penderitanya. Di dunia menurut taksiran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat 450 juta yang depresi, sedangkan di Amerika Serikat saja diperkirakan ada 17,3 juta orang dewasa yang terkena. Suasana hati yang suram atau tertekan yang berlangsung selama dua minggu atau lebih dianggap sebagai depresi berat.

Depresi berbeda dari perubahan suasana hati yang umum dan reaksi emosional singkat terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari. Depresi dapat berkembang menjadi kondisi medis yang serius, terutama jika berulang dan dengan intensitas sedang hingga berat. Individu yang menderita mungkin mengalami penderitaan yang parah dan kinerja yang buruk di tempat kerja, di sekolah, dan dengan keluarga. Dalam kasus terburuk, depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

Namun ada kabar gembira karena pengobatan yang lebih murah untuk mengatasi depresio. Statin yang selama ini dkenal sebagai obat penggelontor kolesterol pada penyakit jantung dan stroke, kini memiliki manfaat untuk mengobati depresi. Sebuah studi baru-baru ini menyelidiki dampak statin pada bias emosional, faktor risiko depresi. Studi ini muncul di Biological Psychiatry dan diterbitkan oleh Elsevier, dan dikutip olehScitech Daily (15/6/2022).

Studi observasional online dilakukan antara April 2020 dan Februari 2021 oleh tim peneliti di Universitas Oxford di Oxford, Inggris, di bawah arahan Amy Gillespie. Sebagian besar subjek (84%) tidak menggunakan salah satu obat, tetapi kelompok kecil hanya menggunakan statin (4%), hanya kelas obat antihipertensi yang berbeda (6%), atau keduanya (5%).

Peserta yang memakai statin cenderung tidak mengenali wajah ketakutan atau marah dan lebih mungkin melaporkannya sebagai wajah positif, menunjukkan bahwa mereka telah mengurangi bias emosional negatif.

“Kami menemukan bahwa mengonsumsi obat statin dikaitkan dengan tingkat bias emosional negatif yang jauh lebih rendah ketika menafsirkan ekspresi wajah; ini tidak terlihat dengan obat lain, seperti obat tekanan darah,” ujar Gillespie.

Menurutnya, mengurangi bias emosional negatif dapat menjadi penting untuk pengobatan depresi. “Temuan kami penting karena memberikan bukti bahwa statin dapat memberikan perlindungan terhadap depresi,” katanya.

Sementara itu, John Krystal, Editor of Biological Psychiatry, mengatakan statin adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan berdasarkan kemampuannya untuk mencegah serangan jantung dan stroke.

“Data baru ini meningkatkan kemungkinan bahwa beberapa efek positifnya pada kesehatan dapat dimediasi oleh efek obat ini pada otak yang meningkatkan ketahanan emosional,” ujarnya.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »