Obat Herbal
0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

OBATDIGITAL – Indonesia punya banyak potensi obat herbal yang dapat mengurangi impor bahan baku obat.

Guru Besar Bidang Kimia Organik Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Prof Dikdik Kurnia mengatakan, pengembangan obat herbal menjadi prospek masa depan Indonesia untuk mengurangi impor bahan baku obat.

“Kita bisa menggali dengan pendekatan etnobotani-etnofarmakologi, tanaman apa yang sering digunakan nenek moyang untuk pengobatan tradisional, itu merupakan pendekatan yang paling mudah untuk kita lakukan,” kata Dikdik dikutip dari laman resmi Universitas Padjajaran, Bandung 7(30/5/2022).

Dikdik menegaskan, Indonesia perlu lebih banyak melakukan riset mengenai pengembangan obat herbal. Hal ini didasarkan potensi keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Ini sudah diakui banyak negara bahwa Indonesia dengan iklim tropisnya merupakan salah satu sumber tanaman obat yang sangat penting di dunia,” imbuhnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan, terdapat setidaknya 19.871 tanaman obat yang digunakan sebagai ramuan tradisional.

Sebanyak 16.218 di antaranya telah diidentifikasi. Dari hasil identifikasi tersebut, baru sekitar 9.600 spesies yang diketahui memiliki khasiat obat. Adapun sebanyak 200 spesies telah digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional.

Saat ini, lanjut Dikdik, Indonesia masih berada pada peringkat 19 negara pengekspor obat herbal dengan pangsa pasar sebesar 0,6% pada tahun 2019.

Nilai ekspor tersebut meningkat menjadi 14.08% pada periode Januari-September 2020 dengan pemasukan sebesar US$ 9,64 juta.

Negara pengimpor produk biofarmasi Indonesia didominasi oleh India (62,30%), Singapura (6,15%), Jepang (5,08%), Malaysia (3,15%), dan Vietnam (3,17%).

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »