Vidjongtius, Dirut Kalbe Farma
0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

OBATDIGITAL – Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyatakan impor bahan baku obat dapat teratasi.

Salah satunya jika pelaku industri farmasi gencar memproduksi kebutuhan bahan baku obat dalam negeri sendiri.

Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan, Indonesia saat ini masih ketergantungan impor bahan baku obat.

Karenanya, pelaku industri farmasi baik swasta maupun BUMN dan pemangku kepentingan lainnya perlu bekerja sama untuk membangun kompetensi dan mempersiapkan teknologi produksi obat yang lebih baik.

“Kita perlu ambil tindakan secepatnya. Ketergantungan impor terlalu besar, dibutuhkan peran serta seluruh stakeholder,” papar Vidjongtius dalam acara virtual, (6/4/2022).

Dirinya optimis jika seluruh pihak bekerja sama dengan baik, dalam waktu 5 tahun ke depan Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat.

“Nanti 5 sampai 10 tahun kemudian ketergantungan impor ini akan menurun, kalau kita mulai lakukan hari ini, penurunan bisa signifikan 10% sampai 20%,” imbuhnya.

Lebih lanjut Vidjongtius menambahkan, pelaku industri farmasi harus meningkatkan kegiatan riset dan pengembangan, salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Beberapa negara yang melakukan riset dengan sangat baik di dunia farmasi di antaranya Jerman, Amerika Serikat, dan India.

Vidjongtius mengatakan, Kalbe Farma sudah mulai memproduksi bahan baku obat berbasis biologis dalam negeri, di antaranya insulin dan obat penambah darah.

Perusahaan juga dikabarkan sedang dalam proses pengembangan bahan baku obat kanker.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »