Tanaman oleander untuk basmi COVID-19
0 0
Read Time:1 Minute, 7 Second

OBATDIGITAL – Bahan baku obat-obatan ternyata juga berasal dari alam. Faktanya, ada lebih dari 40% bahan obat-obatan klinis yang bersifat natural.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. BRIN sedang menggarap aktivitas riset untuk menggali potensi alam dalam pembuatan obat-obatan medis maupun obat tradisional atau herbal.

Peneliti obat dan obat tradisional sebaiknya tidak lagi berpikir dari hilir ke hulu. “Peneliti harus berpikir untuk membuat sesuatu dan bekerja sama dengan industri kesehatan atau rumah sakit sebagai pengguna hasil riset,” ucap Handoko seperti dikutip dari situs darilaut.id (28/3/2022).

Untuk dapat melakukan penelitian dan pengembangan obat yang baik, perlu kolaborasi antara peneliti dengan pelaku industri.

Pihak BRIN ke depan akan bekerja sama dengan bidang litbang kesehatan untuk menggarap potensi bahan baku obat dari alam.

Sejak 12 tahun lalu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) telah melakukan proyek saintifikasi jamur dari hulu ke hilir.

Antara lain melalui riset etnofarmatologi tumbuhan obat. Salah satu hasilnya yakni pengembangan tanaman artemisia yang biasa digunakan di Cina sebagai bahan obat anti malaria.

Tanaman yang kerap dianggap sebagai gulma ini ternyata punya segudang manfaat khususnya untuk pengobatan.

Artemisia disebut juga dengan istilah daun manis, atau mugwort. Tanaman obat ini juga dikenal sebagai kearifan lokal dengan berbagai jenis nama lainnya, seperti suket gajahan dan sundamala.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »