0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

OBATDIGITAL – Menjadi tuan rumah di negeri sendiri itu sudah terlihat dari organisasi Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI). Dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke XVI yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Ketua Tirto Kusnadi menjelaskan bahwa industri farmasi lokal Indonesia sudah mengurasai 89% pasar obat di Indonesia.

Sebanyak 160 pabrik farmasi yang memproduksi kurang lebih 2.000 jenis zat obat dan dibantu oleh kekuatan saluan distribusi anggotanya. Beberap[a perusahaan farmasi memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang distribusi obat-obatan.

Karena itu, Tirto bilang bahwa pihaknya optimistis dapat berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan obat-obatan impor. Apalagi bila didukung oleh fasiliats yang diberikan oleh pemerintahn yang dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dalam Munas tersebut, pihaknya menyambut positif niat Kemenkes yang akan memberikan fasilitas non fiskal berupa pembiayaan uji klinik untuk industri farmasi inovator.

“Tidak hanya itu, kami juga akan meningkatkan kemitraan strategis dengan akademisi, industri yang dapat memperkuat industri farmasi dari segi riset, bahan baku sampai formulasi,” ujar Tirto kepada wartawan di Bali.

Dari data Kementerian Perindustrian, Indonesia ada empat perusahaan farmasi milik negara (BUMN), 199 perusahaan farmasi swasta, dan 24 perusahaan farmasi multinasional industri farmasi nasional yang saat ini telah menguasai 89% suplai obat di Indonesia. 

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »