Vitamin D
0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

OBATDIGITAL – Pandemi COVID-19 digadang-gadang akan menjadi endemi sebentar lagi. Lantas, masih perlukah mengkonsumsi vitamin D secara rutin?

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada, Dian Caturini menuliskan dalam penelitiannya, angka defisiensi vitamin D di Indonesia terbilang masih cukup tinggi.

“Dalam penelitian pada anak-anak berusia 15-18 tahun di 10 sekolah Yogyakarta, ditemukan bahwa hampir 100 persen dari sampel penelitian mengalami defisiensi vitamin D,” tulis Dian dikutip kumparan.com (27/3/2022).

Orang dewasa pun banyak yang masih kekurangan asupan vitamin D yang memadai, terutama pekerja wanita berdasarkan tim peneliti Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (Fema IPB).

Saat pandemi COVID-19, masyarakat berbondong-bondong mengkonsumsi vitamin D untuk menjaga daya tahan tubuh, khususnya dalam masa pemulihan setelah terinfeksi virus COVID-19. Meski COVID-19 akan menjadi endemi, minum vitamin D secara rutin masih sangat penting untuk dilakukan.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019, kebutuhan harian vitamin D bagi tiap kelompok usia berbeda-beda.

Untuk bayi di bawah 1 tahun kebutuhannya 400 IU, sedangkan untuk anak di atas 1 tahun, remaja, dewasa, serta ibu hamil dan menyusui butuh 600 IU. Lansia usia di atas 65 tahun butuh 800 IU.

Bagi orang yang kurang terkena paparan sinar matahari yang cukup, dosis vitamin D yang diperlukan berkisar antara 800 hingga 1000 IU.

Jangan lupa, meski sudah minum vitamin D, berjemur tetap harus dilakukan untuk mengaktivasi kandungan vitamin D dalam tubuh.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »