0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

OBATDIGITAL – Ada 3 jenis statin yang dikonsumsi pasien penyakit kardiovaskular, antara simvastatin, atorvastatin, dan rosuvastatin. Obat ini ternyata juga baik untuk penderita diabetes yang mengalami kenaikan kolestyerol jahat (LDL).

itu berdasrakan studi analisas yang mengamati 42 uji klinis yang yang dilakukan oleh University of Manchester, Manchester University NHS Foundation Trust (MFT) dan ilmuwan Universitas Keele, dan didanai oleh National Institute for Health Research (NIHR) – semuanya berada di Inggris.

Ini adalah studi pertama yang menunjukkan efektivitas statin, sekelompok obat yang dapat membantu menurunkan semua jenis kolesterol jahat untuk pasien diabetes.

Para ilmuwan sudah tahu mana dari tujuh statin yang mengurangi kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) atau kolesterol jahat. Namun, hingga penelitian, mereka tidak mengetahui mana yang menurunkan non-HDL-C, yang mengukur LDL-C dan jenis kolesterol jahat lainnya.

Rosuvastatin yang diberikan pada dosis sedang dan tinggi, dan simvastatin dan atorvastatin yang diberikan pada dosis tinggi adalah pengobatan yang paling efektif pada pasien diabetes dengan menggunakan non-HDL-C sebagai ukuran utama. Obat-obatan tersebut menyebabkan penurunan LDL antara 2,20 hingga 2,31 milimol per liter (mmol/l)selama 12 minggu.

Pada pasien dengan risiko tinggi kejadian utama yang merugikan jantung, Atorvastatin yang diberikan pada dosis tinggi adalah yang paling efektif untuk mengurangi non-HDL-C sekitar 2,0 mmol/l.

Ketua tim peneliti Alexander Hodkinson mengatakan, pasien diabetes tipe 2, yang akan mempengaruhi 380 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2025, berada pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Statin dianggap sebagai landasan pencegahan penyakit kardiovaskular dengan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mereka telah ditemukan sebagai agen yang paling efektif dalam mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada pasien diabetes.

“Namun, kami menyarankan bahwa dokter harus menggunakan semua jenis kolesterol jahat—atau tingkat non-HDL-C—sebagai ukuran risiko kardiovaskular yang lebih kuat. Mudah untuk menghitung dan mewakili sedikit beban kerja tambahan. “Dengan menggunakan non-HDL-C sebagai ukuran utama, kami menemukan bahwa tiga statin—Rosuvastatin, Simvastatin, dan Atorvastatin—berperingkat paling efektif dalam meta-analisis,” ujarnya dalam Medical Xpress (24/3/2022).

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »