wabah COVID-19 di India
0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

OBATDIGITAL – Selama ini untuk memastikan seseorang terkena COVID-19, pasien dites dengan tes antigen dan polymerase chain reaction (PCR). Dua tes ini menggunakan tes usap salahsatunya lewat hidung. Tapi kini ada alternatif lain yang dianggap lebih akurat, yaitu tes air liur.

Menurut penelitian, pengujian genetik sampel air liur mengidentifikasi virus SARS-CoV-2 lebih cepat daripada pengujian usap hidung. Itu terungkap lewat studi yang diterbitkan di Microbiology Spectrum, sebuah jurnal American Society for Microbiology.

“Itu penting karena orang dapat menyebarkan COVID-19 sebelum mereka tahu bahwa mereka memilikinya,” tutur ketua tim peneliti Profesor Donald K. Milton, pakar kesehatan kerja dan lingkungan di Institute for Applied Environmental Health, University of Maryland School Kesehatan Masyarakat, College Park, Amerika Serikat (AS).

“Deteksi dini dapat mengurangi penyebaran penyakit,” ujarnya.

Studi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan bahwa di awal pandemi, kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pengujian disertai dengan kelangkaan persediaan, terutama swab hidung, yang kemudian menjadi metode standar pengumpulan sampel untuk pengujian.

Untuk mengidentifikasi orang dengan COVID-19, para peneliti mulai melakukan tes mingguan sampel air liur dari sukarelawan komunitas yang sehat pada Mei 2020 dan berlanjut selama 2 tahun ke depan.

Dari sukarelawan tanpa gejala yang dites positif, Milton dan rekan-rekannya menemukan bahwa pasien tersebut biasanya akan menunjukkan gejala satu atau dua hari kemudian.

Untuk menjawab pertanyaan itu, para peneliti menggunakan data dari studi pendamping dari kontak dekat orang dengan kasus terkonfirmasi COVID-19.

“Kami mengumpulkan sampel swab saliva dan mid-turbinate [nasal] dari kontak setiap 2 atau 3 hari selama masa karantina mereka,” kata Milton seperti dilansir dari Scitech Daily (21/3/2022).

Semua sampel diuji menggunakan reaksi rantai polimerase transkripsi balik waktu nyata [RT-PCR] untuk mendeteksi SARS-CoV-2 dan mengukur berapa banyak RNA virus dalam sampel.

“Kami kemudian menganalisis bagaimana hasil ini berubah pada hari-hari sebelum dan sesudah timbulnya gejala,” sambungnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »