Kantor Novartis
0 0
Read Time:59 Second

OBATDIGITAL – Raksasa farmasi asal Swiss, Novartis, menjual obat paling mahal di dunia dengan harga mencapai US$ 2,1 juta. Obat yang berbentuk suntikan ini untuk mengobati atrofi otot tulang belakang pada bayi.

Atrofi otot tulang belakang merupakan penyakit neuromuskular genetik yang langka. Penyakit ini menyebabkan otot atrofi melemah karena hilangnya neuron motorik secara progresif.

Obat yang diberi nama Zolgensma ini tercatat meningkatkan penjualan hingga 46%, menjadi US$ 1,35 miliar.

Selama tiga tahun beredar di pasaran, Zolgensma telah mengobati 1.800 bayi dan termasuk dalam kategori obat-obatan inovatif.

Tercatat, keuntungan Novartis dari penjualan Zolgensma dan juga obat-obatan vital lainnya seperti Entresto dan Cosentyx mencapai US$ 42 miliar, atau setara 81,3% penjualan bersih. Zolgensma telah mendapat persetujuan izin edar dari 40 negara.

“Menyusul persetujuan bersyarat Zolgensma di Eropa pada tahun 2020, Novartis Gene Therapies membuat perjanjian akses awal di beberapa negara Eropa,” tulis Novartis dikutip dari The Street (17/3/2022).

Perjanjian tersebut mendukung pasien untuk dapat memperoleh opsi pengobatan yang diperlukan, dan berkolaborasi dengan sistem perawatan kesehatan untuk bisa mengoptimalkan manajemen penyakit.

Pihak perusahaan menyatakan perkembangan secara global dan peningkatan kinerja melalui produksi obat-obatannya. Zolgensma bersaing ketat dengan Spinraza, obat serupa buatan Biogen.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »