gejala parkinson
0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

OBATDIGITAL – Diagnosis penyakit Parkinson saat ini masih didasarkan pada kriteria klinis konsensus, seperti pemindaian otak dan pengambilan sampel darah untuk mengetahui protein tau. Itu pun dilakukan ketika muncul gejala yang mengarah ke penyakit saraf.

Ke depan pemeriksaan bisa dikerjakan cukup dengan biopsi kulit, yaitu pengambilan sampel jaringan kulit pasien.

Sebuah studi baru yang dilaporkan dalam Journal of Parkinson’s Disease – yang dikutip oleh Medical Xpress (16/3/2022) telah menemukan bahwa adanya deposit neuronal dari biomarker terfosforilasi alpha-synuclein (p-syn) di otak dan kulit pasien Parkinson.

Studi melihat ada perbedaan antara jaringan kulit pasien Parkinson dengan orang sehat.

Perkembangan ini dapat membantu identifikasi awal dan diagnosis banding Parkinson.

“Penelitian pada PD dan gangguan neurodegeneratif lainnya adalah untuk menemukan perawatan yang dapat menghentikan dan idealnya mencegah akumulasi protein patologis yang bertanggung jawab atas berbagai gangguan tersebut,” jelas ketua tim peneliti Maria Pia Giannoccaro, dari Departemen Ilmu Biomedis dan Neuromotor, Universitas Bologna dan IRCCS Istituto delle Scienze Neurologiche di Bologna, Bologna, Italia.

Menurut Giannoccaro, studi ini muncul dari upaya yang sama. “Tujuan kami adalah untuk melihat apakah kami dapat membedakan PD dari dua potensi mimik, PSP dan CBS, dan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pendekatan ini untuk mendukung diagnosis klinis,” lanjut

Giannoccaro.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »