Pemeriksaan paru pada pasien TB
0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

OBATDIGITAL – Tuberkulosis (TB) menginfeksi lebih dari 10 juta orang per tahun, membunuh lebih dari 1 juta per tahun. Padahal vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) secara luas digunakan untuk menginokulasi anak-anak terhadap TB, tetapi efektivitasnya berkurang seiring waktu.

Para peneliti di seluruh dunia masih terus mencari vaksin dan perawatan yang lebih efektif.

Upaya mereka sedikit demi sedikit membuahkan hasil positif. “Kami sangat senang bahwa kami dapat membalikkan penurunan efektivitas BCG dengan menggabungkannya dengan terapi yang diarahkan ke host menjadi satu dosis, yang membuatnya sangat praktis untuk klinik,” kata Joanne Turner, Wakil Presiden Eksekutif Texas Biomed, yang memimpin studi ini.

Lalu apa hasil temuan mereka? Turner telah menyelidiki peran molekul, interleukin-10 (IL-10) pada TB. IL-10 biasanya membantu meredam peradangan yang berlebihan selama infeksi, tetapi melalui banyak penelitian, Turner dan rekan-rekannya telah menemukan bahwa IL-10 lebih berbahaya daripada baik pada TB, secara definitif menunjukkan itu mendorong infeksi TB.

Dalam penelitian sebelumnya, Turner dan rekan-rekannya memblokir IL-10 pada waktu yang berbeda selama infeksi—akhir infeksi, tiga minggu pertama selama infeksi—dan telah melumpuhkan IL-10 sepenuhnya.

Semua tanda menunjukkan peningkatan pengendalian TB dan kelangsungan hidup yang lebih lama.

Dalam studi saat ini, Turner dan tim melihat apa yang terjadi jika mereka memblokir sementara IL-10 sebelum infeksi terjadi, pada saat yang sama dengan memberikan vaksin BCG.

Lalu tim peneliti menggabungkan vaksin BCG dengan antibodi yang memblokir aktivitas IL-10 selama sekitar satu minggu. Karena antibodi menargetkan inang, bukan patogen.

“Itu membuatnya menjadi terapi yang diarahkan oleh inang,” ujar Turner dalam Medical Xpress (3/3/2022).

Mereka memberikan campuran itu kepada tikus dalam satu suntikan, menunggu enam minggu untuk memastikan penghambat IL-10 tidak lagi ada dan perlindungan BCG telah dihasilkan, dan kemudian memaparkan tikus ke TB.

Walhasil, tikus-tikus itu mengendalikan infeksi TB selama hampir satu tahun, yang signifikan untuk tikus dengan rentang hidup normal sekitar dua tahun. Sebaliknya, tikus yang hanya diberi vaksin BCG kehilangan kendali atas infeksi TB dalam waktu dua bulan dan mengalami peradangan dan kerusakan paru-paru yang signifikan.

Khususnya, tikus yang diberi vaksin/IL-10 blocker memiliki tingkat yang lebih tinggi dari berbagai sel kekebalan memori jangka panjang, yang sangat penting untuk pengendalian TB yang berkelanjutan.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »