kantor AstraZeneca
0 0
Read Time:1 Minute, 4 Second

OBATDIGITAL – Kabar baik bagi perusahaan farmasi di masa pandemi. Sejumlah perusahaan farmasi global termasuk paling inovatif karena terobosan di bidang farmasi, di antaranya AstraZeneca dan GSK (GlaxoSmithKline).

Perusahaan farmasi global paling inovatif ini diusung oleh laman Fast Company (8/3/2022) dengan pertimbangan pendekatan kreatif dalam memproduksi obat yang diperlukan. GSK misalnya, yang berhasil melakukan uji klinis vaksin malaria Mosquirix yang membutuhkan waktu puluhan tahun dalam pengembangannya. 

Penelitian di GSK memakan waktu hingga 35 tahun untuk menghasilkan vaksin malaria pertama di dunia tersebut. Terbukti secara klinis, vaksin tersebutf efektif mengatasi malaria hingga 70% khususnya bagi mayoritas anak-anak yang mengidap penyakit malaria musiman. 

GSK telah mengirim hingga lebih dari 4 juta dosis vaksin untuk program percontohan. Rencananya, perusahaan akan memasok 15 juta dosis. GSK termasuk peringkat ke-31 dari 50 perusahaan paling inovatif di dunia. 

Sementara itu, AstraZeneca juga dikenal dengan pengembangan antibodi monoklonal preventif yang membantu mengatasi COVID-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah mengizinkan antibodi monoklonal buatan AstraZeneca bermerk Evusheld. 

Antibodi ini bekerja sebagai alternatif vaksin untuk orang yang menderita autoimun atau bagi mereka yang tidak dapat divaksin karena riwayat penyakit lainnya.

Berdasarkan data, saat uji coba sekitar 77% penerima Evusheld mengalami penurunan risiko terpapar COVID-19. Obat ini diharapkan dapat membantu melindungi kelompok rentan virus tersebut. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »