riset obat
0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

OBATDIGITAL – Selama pandemi COVID-19, permintaan pasar terhadap alat kesehatan dan obat-obatan terus meningkat. Prospek ini dibidik oleh salah satu perusahaan bidang jasa layanan teknologi, PT Nanotech Global Indonesia Tbk.

NIG membidik dunia farmasi sebagai salah satu dari lima Strategic Business Unit (SBU). Bidang ini mencakup alat kesehatan, kosmetik, dan farmasi. Melalui anak perusahaannya, PT Nano Herbaltama Internasional (NHI), mereka tengah mengembangkan produk kesehatan dengan permintaan tertinggi, yaitu Propolis. 

Komisaris Utama Nanotech Indonesia Global, Nurul Taufiqu Rochman menyatakan, selama pandemi ini memang permintaan terhadap produk-produk untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit meningkat tajam. Dengan berbekal fasilitas pabrik yang telah mengantongi sarana Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Nanotech optimis dapat memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan kapasitas produksi. 

Klik:

“Omzet Propolis cukup tinggi, dengan potensi bisa mencapai Rp 20 miliar per tahun,” jelas Nurul dilansir dari kontan.co.id (4/3/2022). 

Sementara itu, metode produksi berbasis riset nanoteknologi juga punya potensi dipatenkan untuk 20 tahun ke depan. Penjualan Propolis menyumbang 37% pendapatan bersih perusahaan, atau sekitar Rp 5,09 miliar. 

Perusahaan rencananya akan membidik pengembangan alat kesehatan yang diperlukan selama masa pandemi COVID-19. Mengingat, permintaan alat kesehatan juga terus melonjak. 

Untuk mengejar setoran produksi alat kesehatan dan produk farmasi lainnya, Nanotech Indonesia Global berencana akan melantai di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran saham Rp 100 per lembarnya. Nantinya, dana yang diperoleh akan digunakan untuk belanja alat produksi, seperti pembelian mesin dan perlengkapan jasa layanan teknologi kesehatan dan farmasi. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »