Pemeriksaan tensi
0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

OBATDIGITAL – Selama ini sudah bnyak orang tahu banyak faktor penyebab timbulnya hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi. Di antaranya kadar kolesterol dalam darah yang di atas normal, pengentalan darah, kurang olahraga dan stres. Namun penelitian anyar yang digarap Profesor Michael J. LaMonte, salah satu peneliti studi tersebut, seorang profesor riset dalam epidemiologi di University at Buffalo — State University of New York – Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Science Daily (2/3/2022), mereka telah menunjukkan bahwa tekanan darah cenderung lebih tinggi pada orang dengan penyakit periodontal yang sudah ada dibandingkan dengan mereka yang tidak memilikinya, para peneliti percaya bahwa penelitian ini adalah yang pertama secara prospektif menguji hubungan antara bakteri mulut dan hipertensi yang berkembang.

“Karena penyakit periodontal dan hipertensi sangat umum pada orang dewasa yang lebih tua, jika hubungan antara bakteri mulut dan risiko hipertensi dapat dibangun, mungkin ada peluang untuk meningkatkan pencegahan hipertensi melalui peningkatan perawatan mulut yang ditargetkan,” kata Michael J. LaMonte.

Kesimpulan tersebut didapat setelahg mereka mengevaluasi data untuk 1.215 wanita pascamenopause (usia rata-rata 63 tahun pada saat pendaftaran studi, antara 1997 dan 2001) di Buffalo Osteoporosis and Periodontal Disease Study di Buffalo, New York.

Pada awal studi, para peneliti mencatat tekanan darah dan mengumpulkan plak mulut dari bawah garis gusi, “di mana beberapa bakteri menjaga gusi dan struktur gigi tetap sehat, dan yang lain menyebabkan penyakit gusi dan periodontal,” sambung LaMonte.

Mereka juga mencatat penggunaan obat dan riwayat medis dan gaya hidup untuk menilai apakah ada hubungan antara bakteri mulut dan hipertensi pada wanita yang lebih tua. Pada pendaftaran studi, sekitar 35% (429) dari peserta penelitian memiliki tekanan darah normal: pembacaan di bawah 120/80 mm Hg, tanpa menggunakan obat tekanan darah.

Hampir 24% (306) peserta mengalami peningkatan tekanan darah: pembacaan di atas 120/80 mm Hg tanpa penggunaan obat. Sekitar 40% (480) peserta dikategorikan memiliki hipertensi yang diobati secara umum: didiagnosis dan diobati untuk hipertensi dengan obat-obatan.

Para periset mengidentifikasi 245 strain bakteri unik dalam sampel plak. Hampir sepertiga dari wanita yang tidak memiliki hipertensi atau tidak sedang dirawat karena hipertensi pada awal penelitian didiagnosis dengan tekanan darah tinggi selama masa tindak lanjut, yaitu rata-rata 10 tahun.

Setelah dianalisa, peneliti menemukan 10 bakteri dikaitkan dengan risiko 10% hingga 16% lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi; dan lima jenis bakteri lain dikaitkan dengan 9% hingga 18% risiko hipertensi yang lebih rendah.
Hasil ini konsisten bahkan setelah mempertimbangkan faktor demografi, klinis dan gaya hidup (seperti usia yang lebih tua, pengobatan untuk kolesterol tinggi, asupan makanan dan merokok) yang juga mempengaruhi perkembangan tekanan darah tinggi.

Tentu saja temuan ini sangat relevan untuk wanita pascamenopause, karena prevalensi tekanan darah tinggi lebih tinggi di antara wanita yang lebih tua daripada pria yang lebih tua, menurut LaMonte.

Perlu diketahui bahwa tekanan darah biasanya ditentukan oleh dua pengukuran: tekanan darah sistolik (tekanan darah pada saat jantung berdetak) yang ukurannya 130 mm Hg atau lebih tinggi, dan tekanan darah diastolik (angka bawah yang menunjukkan tekanan antara detak jantung) 80 mm Hg atau lebih tinggi

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »