anak minum es
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

OBATDIGITAL – Seperti halnya orang dewasa, anak yang mengalami obesitas juga dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan yang fatal. Jika tidak ditangani secara cepat, dapat meningkatkan risiko kematian.

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak di Klinik Syifa Medan, Winra Pratita menjelaskan, komplikasi obesitas pada anak antara lain seperti penyakit jantung, hipertensi, nyeri sendi lutut, perlemakan hati, hingga kaki yang berbentuk X.

Ia menganjurkan orangtua untuk membantu anak obesitas mengurangi asupan kalori dengan cara diet. Diet yang dilakukan harus bertahap dan perlahan-lahan, dimulai dengan mengurangi asupan kalori harian yang dikonsumsi sedikit demi sedikit.

Anak dengan obesitas masih dalam masa pertumbuhan, sehingga tidak boleh melakukan diet ketat seperti halnya orang dewasa.

“Kita hitung dulu berapa kalori yang masuk selama ini, misalnya 3.000 kalori, kita turunkan dulu 200-500 kalori,” papar Winra dalam acara Webinar Hari Obesitas Dunia bersama Kementerian Kesehatan RI, (2/3/2022).

Lebih lanjut Winra menjelaskan, target diet yang aman bagi anak cukup 500 gram per minggu, atau 2 kg per bulan. Berat badan anak juga tidak perlu langsung mencapai angka yang ideal.

Menu makanan anak harus tetap bergizi seimbang agar tidak kekurangan nutrisi yang diperlukan. Komposisi terbaik mencakup karbohidrat 60%, protein 20%, dan lemak 30%. Anak juga tidak boleh dipaksa makan makanan yang tidak disukainya.

Akan tetapi, perlu untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi untuk membantu agar lebih cepat kenyang dan mengatur berat badan supaya lebih stabil. Orangtua wajib mengetahui daftar makanan yang harus dihindari atau hanya boleh dikonsumsi seminggu sekali oleh anak.

Daftar makanan ini dikategorikan dalam 3 warna.Pertama, makanan warna merah yang komposisinya mengandung sedikit vitamin dan mineral, tetapi tinggi kalori, gula, garam, dan lemak.

Biasanya makanan berwarna merah ini diproses dengan cara digoreng, seperti daging olahan dengan lemak tinggi, dan makanan penutup dengan bahan dasar susu yang mengandung banyak gula.

Contoh kategori warna merah ini antara lain kentang goreng, sosis, coklat batangan, minuman kemasan, nugget, donat, kue, dan makanan manis lainnya. Makanan kategori ini hanya boleh dimakan seminggu sekali.

Kedua, kategori kuning, yaitu makanan yang mengandung vitamin, mineral, gula, garam, lemak jenuh, dan energi dalam jumlah sedang.

Biasanya dalam bentuk daging olahan rendah lemak, roti, sereal, produk susu dengan kadar lemak tinggi, susu dan jus buah rendah lemak tanpa tambahan gula.

Misalnya aneka olahan roti, biskuit, pancake, waffle, dan keju. Makanan ini boleh dikonsumsi dalam porsi kecil, tetapi tidak boleh dimakan setiap hari.

Terakhir, makanan dalam kategori warna hijau, yakni makanan yang tinggi kandungan vitamin, mineral, dan serat, namun rendah kalori, gula, garam, dan lemak jenuh.

Makanan yang termasuk warna hijau ini antara lain sayur, buah, kacang-kacangan, roti gandum, ikan, dan daging tanpa lemak serta produk susu rendah lemak.

Contohnya antara lain yoghurt rendah lemak, kacang panggang, ayam tanpa kulit, jus buah dan sayur, daging sapi atau domba tanpa lemak, dan ikan tuna kalengan. Makanan jenis ini aman dikonsumsi setiap hari.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »