0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

OBATDIGITAL – Penelitian baru telah menemukan perbedaan yang signifikan antara kedua jenis vitamin D, dengan vitamin D2 memiliki dampak yang dipertanyakan pada kesehatan manusia.

Namun, penelitian tersebut menemukan bahwa vitamin D3 dapat menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh dan membantu memperkuat pertahanan terhadap infeksi virus seperti Covid-19.

Dalam studi kolaboratif oleh Universitas Surrey dan Brighton, para peneliti menyelidiki dampak suplemen vitamin D – D2 dan D3 – yang dikonsumsi setiap hari selama periode 12 minggu terhadap aktivitas gen dalam darah manusia.

Berlawanan dengan pandangan umum, tim peneliti menemukan bahwa kedua jenis vitamin D tidak memiliki efek yang sama. Mereka menemukan bukti bahwa vitamin D3 memiliki efek modifikasi pada sistem kekebalan yang dapat membentengi tubuh terhadap penyakit virus dan bakteri.

Profesor Colin Smith, ketua tim studi dari University of Surrey, Inggris yang memulai penelitian ini saat di University of Brighton, mengatakan:

“Kami telah menunjukkan bahwa vitamin D3 tampaknya merangsang sistem sinyal interferon tipe I dalam tubuh – bagian penting dari sistem kekebalan yang memberikan garis pertahanan pertama melawan bakteri dan virus, ujarnya.

Dengan demikian, status vitamin D3 yang sehat dapat membantu mencegah virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh.

“Studi kami menunjukkan bahwa penting bagi orang untuk mengonsumsi suplemen vitamin D3, atau makanan yang diperkaya dengan tepat, terutama di bulan-bulan musim dingin,” tambah Smith.

Meskipun beberapa makanan diperkaya dengan vitamin D, seperti beberapa sereal sarapan, yogurt, dan roti, hanya sedikit yang secara alami mengandung vitamin tersebut.

Vitamin D3 diproduksi secara alami di kulit dari paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet UVB buatan, sementara beberapa tanaman dan jamur menghasilkan vitamin D2.

Banyak orang memiliki tingkat vitamin D3 yang tidak mencukupi karena mereka tinggal di lokasi di mana sinar matahari terbatas di musim dingin, seperti Inggris. Pandemi Covid-19 juga membatasi paparan alami orang terhadap sinar matahari karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Hasil ini menunjukkan bahwa vitamin D3 harus menjadi bentuk yang disukai untuk makanan dan suplemen yang diperkaya.

Profesor Susan Lanham-New, Kepala Departemen Ilmu Nutrisi di University of Surrey, Inggris, justru mengatakan dirinya menemukan bahwa vitamin D2 dan vitamin D3 tidak memiliki efek yang sama pada aktivitas gen pada manusia.

“Kurangnya dampak yang kami temukan ketika melihat vitamin D2 berarti bahwa studi yang lebih besar sangat diperlukan untuk mengklarifikasi perbedaan efeknya,” pungkas Susan

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »