0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

OBATDIGITAL – Indonesia kini sedang mengalami gelombang ke 3 COVID-19 dengan varian virus Omicron, setelah sebelumnya muncul varian Alpha dan Delta. Angka kasus varian penyebab COVID-19 ini pun kini telah melampaui puncak varian Delta yang terjadi Juli tahun silam. Yaitu sebanyak 61.000-an di atas kasus Delta yang hanya 54.000 kasus.

Meski begitu varian Omicron ini lebih mudah menyebar dengan gejala umum seperti demam, batuk, flu, dan sakit tenggorokan.  Hampir semua varian virus Corona menyebabkan gejala batuk.

Salah satu upaya terapi simtomatik terhadap batuk yang disebabkan oleh virus COVID-19 adalah dengan mengonsumsi bahan herbal.

Bahan herbal yang terkandung dalam OB Herbal terbukti memiliki efikasi terhadap gejala batuk sehingga dapat digunakan sebagai terapi simtomatik batuk.

Terapi simtomatik dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan sementara karena fokus mengobati sesuai dengan gejala yang ada.

Ini sejalan dengan rekomendasi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron yang penularannya tinggi tapi keparahannya rendah yaitu dengan menghimbau untuk disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin serta jika ada gejala ringan, minum obat sesuai dengan gejala.

Kementerian Kesehatan melalui surat edaran juga menganjurkan konsumsi tanaman obat jahe, jeruk nipis, dan kencur untuk memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional COVID-19.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, menjelaskan bahwa terapi simtomatik terhadap batuk bertujuan untuk melegakan jalan nafas.

“Sesuai anjuran pemerintah, herbal seperti jahe, jeruk nipis, kencur, daun mint ampuh meredakan batuk dan melegakan tenggorokan karena memiliki sifat antitusif (meredakan dan menekan batuk) dan bekerja sebagai ekspektoran yang membantu mengeluarkan dahak dari paru-paru,” katanya dalam webinar yang digelar oleh PT Deltomed Laboratories (25/2/2022).

Lebih lanjut Inggrid menjelaskan, mengonsumsi obat batuk herbal juga memiliki lebih banyak manfaat. “Berbeda dengan obat batuk non-herbal yang setiap jenis bahannya hanya punya satu jenis khasiat,obat batuk herbal setiap bahannya memiliki multikhasiat dan efek samping yang minimal,” pengkas Inggrid.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »