depresi
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

OBATDIGITAL – Sebuah penelitian terbaru dari Amerika Serikat menemukan fakta bahwa COVID-19 memberikan efek kesehatan jangka panjang, khususnya bagi pasien penderita long COVID. Penelitian ini juga menemukan penyintas COVID-19 cenderung mengalami peningkatan masalah kesehatan mental pada tahun pertama pasca terkena virus Corona. Ahli epidemiologi Klinis di Universitas Washington St.Louis Amerika Serikat, Ziyad Al-Aly menyimpulkan, virus SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2) tidak hanya virus yang menyerang pernapasan. Lebih lanjut, virus itu juga berdampak signifikan terhadap organ lainnya, termasuk otak, yang menyebabkan gangguan kesehatan mental.

“Ini bukan hanya virus pernapasan; itu adalah virus sistemik yang dapat memicu kerusakan dan konsekuensi klinis di hampir setiap sistem organ — termasuk gangguan kesehatan mental dan penurunan neurokognitif,” jelas Aly dikutip dari medicalnewstoday.com (23/2/2022).

Psikiater dari Columbia University Irving Medical Center di New York City, Amerika Serikat, Maura Boldrini menjelaskan adanya prevalensi gejala gangguan otak pada pasien pasca COVID-19. Gejala tersebut masuk dalam kategori psikiatri. meskipun patogenesisnya tidak diketahui.

“Gejalanya kemungkinan besar karena peradangan otak, bahkan pada orang dengan COVID-19 ringan, dapat terjadi respons inflamasi yang berkepanjangan yang mengganggu sintesis pembuluh darah otak dan neurotransmiter, termasuk serotonin,” ujar Boldrini.

Selain dari efek virus COVID-19 itu sendiri, faktor stres juga memperparah gangguan kesehatan mental para penyintas. Stres yang dipicu kekhawatiran terkena virus, hingga gangguan sosial saat isolasi di rumah, dan ketakutan akan menularkan penyakit ke orang yang dicintai, dan juga khawatir terhadap potensi perburukan gejala turut menjadi faktor.

“Sebagai dokter, kita perlu memahami lebih baik mekanisme stroke vaskular dan peradangan yang berkepanjangan serta kerusakannya di otak sehingga kita dapat memperbaikinya,” imbuh Boldrini.

Penelitian dengan analisis granular tersebut mengumpulkan data 153.848 orang veteran yang bertahan selama 30 hari atau lebih setelah mendapat hasil tes positif COVID-19 selama rentang waktu 1 Maret 2020 hingga 15 Januari 2021.

Tim peneliti memantau kesehatan mereka hingga 30 November 2021 lalu. Hasilnya, risiko peningkatan masalah kesehatan mental bertambah hingga 64,38 kasus per 1.000 orang setelah satu tahun.

Misalnya, peningkatan gangguan kecemasan hingga 11,06 kasus, gangguan depresi hingga 15,12 kasus, serta gangguan stres dan penggunaan obat antidepresan lainnya yang juga meningkat.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »