0 0
Read Time:2 Minute, 31 Second

OBATDIGITAL – Penyedia layanan medis global, Medix Group, belum lama ini memprediksi tren kesehatan di Indonesia tahun 2022. Medix menganggap Indonesia termasuk salah satu negara yang akan berkembang pesat dalam mengadopsi layanan kesehatan digital.

Pandemi COVID-19 telah mengubah sektor kesehatan dengan menciptakan iklim bisnis kesehatan digital kolaboratif. Pemerintah dan pihak swasta dituntut untuk bisa bekerja sama.

CEO dan Presiden Medix, Sigal Atzmon mengatakan, pemerintah Indonesia selama pandemi telah bertindak proaktif. Layanan kesehatan dari publik dan swasta pun dinilai sangat baik.

“Prioritas teratas adalah penerapan kesehatan digital untuk menyediakan perawatan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau untuk jutaan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil,” papar Atzmon dalam keterangan persnya (22/2/2022).

Lima tren kesehatan di Indonesia yang akan semakin pesat selama pandemi khususnya di tahun ini antara lain terkait dengan layanan kesehatan digital.

Berdasarkan survei Medix Medical Monitor Research tahun 2021, sebanyak 92% masyarakat Indonesia merasakan manfaat perawatan kesehatan secara digital.

Responden mengatakan bahwa mereka menggunakan aplikasi digital saat mencari saran dan perawatan medis. Padahal, sebelum pandemi, hanya 64% saja masyarakat Indonesia yang menggunakan aplikasi kesehatan digital.

Jumlah ini tentu meningkat pesan, sehingga Medix memprediksi mayoritas masyarakat Indonesia dapat mengakses perawatan medis melalui aplikasi.

Penyedia layanan kesehatan dapat berinteraksi jarak jauh dengan pasien dan memperoleh data yang diperlukan, namun privasi pasien juga harus dijamin keamanannya.

Tren kedua, kesehatan mental yang terdampak akibat pandemi COVID-19 semakin intens. Penelitian terbaru menunjukkan, adanya gangguan kecemasan akibat penyakit menular dan kematian, serta jutaan orang Indonesia yang mengalami kesulitan keuangan selaman pandemi berimplikasi pada memburuknya kesehatan mental.

Medix memperkirakan, layanan kesehatan mental di Indonesia akan menjadi kebutuhan mendesak di tahun ini. Terlebih, masyarakat juga sudah bisa mengakses layanan kesehatan jiwa dan mental secara digital.

Tren ketiga, pemerintah akan memprioritaskan anggaran untuk sektor kesehatan dibandingkan periode tahun 2017-2020.

Pemerintah Indonesia tercatat menetapkan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan sebesar Rp 255,3 triliun di tahun ini.

Anggaran kesehatan reguler pun meningkat sebesar 22,9% dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 pada tahun 2019 lalu, karena adanya alokasi yang lebih tinggi untuk anggaran sistem reformasi kesehatan dan angsuran program Jaminan Kesehatan (JKN).

Tren keempat, transformasi layanan kesehatan dengan teknologi digital yang lebih canggih dan menghemat biaya.

Antara lain layanan yang bersifat synchronous ayau interaksi dua arah antara pasien dan penyedia layanan kesehatan dengan teknologi telekomunikasi audiovisual, lalu asynchronous yaitu transmisi riwayat kesehatan medis pasien yang direkam, misalnya melalui foto atau hasil rontgen.

Ada juga remote patient monitoring, yaitu pengumpulan data kesehatan pasien di lokasi tertentu dengan teknologi komunikasi elektronik yang dapat melacak pasien pasca rawat inap di rumah sakit.

Terakhir, mobile health yaitu perangkat komunikasi seluler seperti melalui ponsel atau laptop yang memberikan edukasi dan perawatan kesehatan.

Tren terakhir, modernisasi infrastruktur kesehatan Indonesia yang dinilai oleh Medix masih menjadi tantangan terbesar.

Misalnya karena sumber daya yang kurang. Salah satu contoh adalah rasio dokter terhadap populasi di Indonesia yang sangat rendah.

Hanya ada 0,4 dokter per 1.000 orang di Indonesia, sedangkan negara lain seperti Cina, Malaysia dan Singapura memiliki rasio yang lebih banyak. Belum lagi kapasitas rumah sakit yang tidak memadai.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »