kantor Takeda
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

OBATDIGITAL – Pasar farmasi Cina bisa dibilang mengalami peningkatan signifikan, khususnya sejak pandemi COVID-19 melanda 2 tahun lalu. Pakar menyebutkan sejumlah proyeksi pasar farmasi Cina di tahun ini.

Dilansir dari laman pharmexec.com (17/2/2022), Managing Director Investment Bank di Cina, E. J. McKay & Co., Adam Zhang Yu menuturkan, kesepakatan lisensi produk farmasi dan kesehatan akan semakin populer di negeri tirai bambu tersebut.

Total lisensi di bidang farmasi pada tahun 2021 lalu telah melampaui US$ 13 miliar, di antaranya lisensi molekul imuno-onkologi yang paling populer.

“Semakin banyak, jaringan R&D (research & development) Cina diakui oleh perusahaan farmasi internasional, kita dapat mengharapkan lebih banyak kesepakatan seperti itu terjadi tahun ini,” jelas Yu.

Selain itu, perusahaan farmasi Cina juga berhasil menembus pasar outsourcing farmasi global dan meningkatkan posisi melalui akuisisi.

Contohnya, pada Februari 2021, perusahaan WuXi AppTec bekerja sama dengan Bristol Myers Squibb mengakuisisi fasilitas manufaktur di Swiss.

Investasi di bidang kesehatan pun meningkat pesat hingga 26% mencapai US$ 17 miliar, khususnya di bidang bioteknologi, teknologi mikroorganisme sintetik, vaksin, obat presisi, dan antibodi.

Beberapa perusahaan pendanaan kenamaan seperti OrbiMed, Vivo Capital, hingga Lily Ventures beramai-ramai mempercayakan dana penelitian mereka.

Lebih lanjut, pemerintah telah menetapkan kebijakan pembelian obat berbasis volume terpusat secara nasional, yang akhirnya berdampak pada strategi perusahaan farmasi internasional di Cina.

Takeda Pharmaceutical misalnya, perusahaan farmasi asal Jepang ini telah menjual lima produk resep obatnya ke Hasten Biopharmaceutic Cina dengan nilai US$ 322 juta.

“Semakin banyak perusahaan farmasi multinasional saat ini meninjau strategi pasar mereka di Cina, dan kami dapat mengharapkan lebih banyak kegiatan merger dan akuisisi dari farmasi multinasional tahun ini,” imbuh Yu.

Meski pandemi COVID-19 turut memperlambat proses kebijakan, peluang pasar farmasi Cina dianggap tetap menjanjikan.

Dengan catatan, adanya pendanaan yang kuat dari pasar modal domestik untuk bisa bersaing dengan perusahaan farmasi lainnya yang lebih kuat dari Amerika Serikat dan Hong Kong.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »